Prabowo Tekankan APBN Sebagai Alat Perjuangan Bangsa
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pandangannya tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, atau APBN, pada Rapat Paripurna penyampaian KEM‑PPKF 2027. Ia menegaskan bahwa APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara, melainkan alat perjuangan bangsa Indonesia.
“Saya memandang APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara, ini wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa. APBN alat melindungi rakyat, memperkokoh dasar‑dasar dan sendi ekonomi bangsa,” ujar Prabowo.
Dalam pernyataannya, Presiden menekankan bahwa APBN harus menjadi sarana untuk melindungi rakyat dan memperkuat fondasi ekonomi. Ia menambahkan bahwa anggaran tersebut harus memastikan setiap warga negara hidup sejahtera serta menjadi pedoman bagi perjalanan negara menuju kemajuan.
Prabowo menegaskan, “Dengan kesadaran itu APBN disusun atas komitmen bersama dan sesuai cita‑cita mulia dalam UUD 1945.” Rabu, 20 Mei 2026, ia menyampaikan hal tersebut di hadapan para pejabat.
Kesimpulannya, APBN dipandang sebagai instrumen strategis yang mengikat kebijakan fiskal dengan tujuan sosial dan pembangunan nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
