Prabowo Tekankan Ketahanan Energi di KTT BIMP‑EAGA Cebu

Fitri A. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Prabowo Tekankan Ketahanan Energi di KTT BIMP‑EAGA Cebu

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Pada 7 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto hadir di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei DarussalamIndonesiaMalaysiaPhilippines East ASEAN Growth Area (BIMP‑EAGA), yang berlangsung di Cebu, Filipina sebagai bagian dari rangkaian KTT ke‑48 ASEAN. Di sana, ia menyoroti ketahanan energi sebagai tantangan utama yang harus dihadapi bersama.

Prabowo menegaskan bahwa tekanan global yang meningkat dan ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah membuat isu energi tidak lagi sekadar masalah jangka panjang, melainkan kebutuhan mendesak. “Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan di Timur Tengah, ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada 8 Mei 2026.

Ia menyoroti potensi besar kawasan BIMP‑EAGA dalam pengembangan energi terbarukan. Dari tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, hingga lahan subur yang belum dimanfaatkan secara optimal, semua dapat menjadi sumber energi bersih bagi subkawasan.

Prabowo mempertanyakan kesiapan negara‑negara anggota untuk memanfaatkan potensi tersebut demi memenuhi kebutuhan kawasan sekaligus mendukung transisi energi di ASEAN. “Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” katanya.

Ia mendorong langkah konkret untuk mempercepat pengembangan energi bersih. Beberapa inisiatif yang disorot meliputi pengembangan tenaga air di Borneo, perluasan proyek energi surya di Palawan, serta pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir. Upaya Indonesia juga menjadi contoh, dengan target pembangunan tenaga surya 100 GW.

Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah bangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP‑EAGA memiliki potensi yang besar,” ucap Prabowo.

Selain pengembangan energi, ia menekankan pentingnya memperkuat konektivitas subkawasan. Peningkatan kapasitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid menjadi kunci agar distribusi energi dapat berjalan lebih efisien di kawasan.

Prabowo menilai semua agenda tersebut memerlukan dukungan pembiayaan, keahlian teknis, serta kemitraan yang lebih erat dengan para mitra pembangunan regional. “Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi keahlian teknis; dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan Mitra Pembangunan kita,” imbuhnya.

Menutup pidatonya, ia menegaskan bahwa selain ketahanan energi, ketahanan pangan juga menjadi isu mendasar yang harus menjadi perhatian bersama negara‑negara BIMP‑EAGA. “Namun, upaya kita hendaknya jangan berhenti pada ketahanan energi. Ketahanan pangan sama fundamentalnya,” tutup Prabowo.

Pesan yang dikirimkan dari Cebu menegaskan bahwa masa depan ASEAN tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan kawasan menjaga ketahanan energi, pangan, dan stabilitas masyarakatnya di tengah dunia yang terus berubah.

Prabowo menekankan bahwa upaya bersama di bidang energi dan pangan akan memperkuat ketahanan subkawasan, sekaligus mendukung transisi energi ASEAN secara keseluruhan.

ketahanan energiBIMP-EAGAenergi terbarukantransisi energi ASEANkonektivitas subkawasanketahanan panganTrans Borneo Power Grid

Komentar

Memuat komentar...