Prabowo Tekankan Swasta Motor Perekonomian Nasional Indonesia
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran swasta dalam perekonomian Indonesia pada KEM-PPKF APBN 2027 yang dilaksanakan pada 20 Mei 2026. Ia menekankan bahwa sektor swasta harus menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti pencapaian luar biasa banyak perusahaan Indonesia. “Kita ingin justru menemukan peran swasta yang lebih besar, tapi besar tapi benar, jangan besar dan tidak benar. Kita juga harus mengakui prestasi, banyak perusahaan-perusahaan kita yang bisa bersaing di tingkat global. Bagaimanapun perusahaan seperti Indofood sudah dipasarkan di seluruh dunia. Kalau saya ke Eropa, banyak orang Eropa nyarinya Indomie. Bahkan banyak negara Afrika menganggap itu produk mereka,” terima kasihnya.
Ia melanjutkan dengan contoh konkret: “Produk Indofood sudah dipasarkan ke seluruh dunia. Bahkan dia bercerita setiap berkunjung ke Eropa dia selalu menemukan ada pihak yang bertanya-tanya soal produk mi instan Indofood.” Kalimat tersebut menegaskan eksposur global merek Indonesia.
Prabowo juga menyoroti Mayora, yang berhasil memasarkan permen kopi Kopiko ke lebih dari 100 negara. “Juga perusahaan seperti Mayora berhasil memasarkan Kopiko di lebih dari 100 negara karena mereka memiliki brand ambasador, presidennya juga mendorong minum kopi di mana-mana,” ujarnya sambil sedikit tertawa.
Dengan menonjolkan contoh sukses Indofood dan Mayora, Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki perusahaan yang mampu bersaing di panggung internasional. Ia menutup pidato dengan harapan bahwa sektor swasta akan terus berkembang dan mendukung pertumbuhan ekonomi negara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
