Prabowo Tolak Jual BUMN ke Asing, Kini Mulai Untung

Yuli S. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Prabowo Tolak Jual BUMN ke Asing, Kini Mulai Untung

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas untuk merombak sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa sebelumnya ada rencana untuk menjual beberapa BUMN kepada pihak asing, namun rencana itu ia tolak mentah-mentah.

Prabowo yakin BUMN Indonesia mampu bersaing di kancah global. Karena keyakinan itulah, ia menolak penjualan tersebut. Beberapa BUMN yang nyaris dijual antara lain perusahaan di bidang pertahanan seperti PT PAL (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI.

"Banyak sekali perusahaan yang seolah tadinya mau dijual, tadinya mau dijual ke asing. Saya larang! Tadinya industri pertahanan mau dijual! PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PTDI dibunuh dan mau dijual. Kita bangkitkan! Sekarang kita akan bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu," ujar Prabowo dalam pidato yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat, 10 Juni 2026.

Kini, BUMN yang hampir dijual itu mulai menunjukkan hasil positif. Prabowo mencontohkan PT PAL yang kini mampu memproduksi kapal perang dan kapal selam. "PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat. PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal selam. PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih, saudara-saudara sekalian," tegasnya.

Selain PT PAL, PT Pindad juga menorehkan prestasi. Perusahaan alat pertahanan ini berhasil mendapatkan kontrak untuk memasok senapan mesin ke Arab Saudi. "Sekarang baru saja saya dapat laporan dapat kontrak dari Arab Saudi. Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad," sebut Prabowo.

Bukan hanya BUMN di sektor pertahanan yang nyaris dijual. Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk juga hampir jatuh ke tangan asing. Namun, pemerintah melakukan perbaikan manajemen. Hasilnya, setelah bertahun-tahun merugi, Garuda Indonesia diprediksi akan segera membukukan keuntungan. "Garuda (Indonesia) tadinya mau dijual, bulan depan sudah mulai untung, pelan-pelan kita perbaiki semua kekurangan," kata Prabowo.

Prabowo mengaku mendapatkan laporan kinerja BUMN yang menggembirakan. Beberapa BUMN yang selama puluhan tahun merugi kini mulai mencatatkan laba. "Saya dapat laporan bahwa beberapa BUMN yang sekian puluh tahun rugi, rugi, rugi, tahun ini mulai untung, saudara-saudara sekalian. Mulai untung ya," ujarnya.

Keuntungan itu, menurut Prabowo, diraih setelah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melakukan pembenahan. Sebelumnya, kata dia, BUMN menjadi tempat suburnya praktik korupsi. "Saya juga merasa besar hati bangga, berapa hari ini saya dapat laporan-laporan hasil, hasil-hasil yang kita dapatkan. BUMN-BUMN yang merupakan sarang korupsi puluhan tahun, sedikit demi sedikit mulai kita benahi," kata Prabowo.

Saat baru dilantik menjadi presiden, Prabowo mengaku kaget mengetahui jumlah BUMN dan anak perusahaannya mencapai lebih dari 1.000. Ia memperkirakan jumlah ideal BUMN maksimal hanya 400. "Begitu saya dilantik jadi presiden baru saya diberitahu BUMN kita 1.077. itu pun jangan-jangan ada lagi anak perusahaan, ada lagi cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan, dan itu adalah cara mereka untuk sembunyi, sembunyiin uang negara, sembunyiin uang rakyat. Ini kita tertibkan," ungkap Prabowo.

Hingga saat ini, Danantara sudah menutup 240 BUMN yang dinilai merugi. Prabowo menargetkan pada akhir Juli 2026, jumlah BUMN yang ditutup akan mencapai 250 perusahaan.

Langkah pembenahan BUMN oleh Prabowo mencakup penolakan penjualan ke asing, perbaikan manajemen, hingga penutupan perusahaan yang terus merugi. Hasil awal menunjukkan beberapa BUMN mulai mencetak keuntungan setelah bertahun-tahun mengalami kerugian.

Prabowo SubiantoBUMNpenjualan ke asingindustri pertahananPT PALPT Pindadpembenahan

Komentar

Memuat komentar...