Prabowo Tunjuk Iqbal Jadi Penasihat Ketenagakerjaan
Gambar atau konten salah?
Prabowo Subianto menandatangani surat keputusan pada 08 Juni 2026, mengangkat Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus bidang Ketenagakerjaan. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat, sesuai dengan Kepres 58/P tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Selama upacara, Presiden Prabowo membacakan sumpah, diikuti oleh Said Iqbal. "Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," demikian kata Prabowo.
Di sela-sela acara, diumumkan juga bahwa Jumhur Hidayat, seorang senior buruh, telah resmi masuk kabinet sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Jumhur dilantik beberapa waktu lalu oleh Prabowo.
Said Iqbal, yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), telah memimpin organisasi buruh sejak 2012. Ia terpilih kembali dalam berbagai periode kongres, menunjukkan konsistensi kepemimpinannya.
Dengan penunjukan ini, pemerintah menegaskan komitmen terhadap isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh. Peran Iqbal diharapkan dapat memperkuat dialog antara pekerja dan pemerintah, serta mempercepat implementasi kebijakan yang mendukung tenaga kerja Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
