Prabowo Turun ke Kebumen, Panen Udang 80 Ton Terbaru

Dwi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 111 dibaca
Bisik.id
Prabowo Turun ke Kebumen, Panen Udang 80 Ton Terbaru

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto turun langsung ke Kebumen, Jawa Tengah, pada 23 Mei 2026 untuk memanen udang. Ia menyalurkan tangan pada sekitar 80 ton hasil panen Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK).

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa operasional BUBK Kebumen sudah mematuhi standar industri. Ia menilai hasil panen tersebut mencerminkan praktik terbaik.

BUBK Kebumen memiliki luas 100 hektare dan menampung 139 kolam produksi. Sebelum panen besar, mereka telah melakukan beberapa panen parsial.

“Panen kedelapan ini membuktikan bahwa per hektarenya sudah bisa mencapai target terbaik. Dengan memenuhi seluruh standar industri, dan kita bisa berhasil. Hari ini (Kemarin) panennya sekitar 80 ton,” ujar Trenggono dalam keterangannya, dikutip 24 Mei 2026.

Untuk mencapai praktik terbaik, pihak BUBK mengoptimalkan padat tebar. Mereka juga memanfaatkan teknologi water intake, tandon, saluran inlet dan outlet terpisah, serta instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) guna menjaga lingkungan.

Menurut Trenggono, tantangan utama adalah menjaga konsistensi kualitas air, kualitas benih udang, dan efektivitas pemberian pakan. “Lalu kemudian pakan yang diberikan secara efektif, itu kira‑kira yang harus dijaga,” tambahnya.

Udang yang dipanen pada siklus ke‑delapan sejak BUBK Kebumen resmi pada 2023 berukuran 22‑30 mm. Harga jual rata‑rata Rp 70 ribu per kilogram. Semua hasil panen dibeli oleh pelaku usaha lokal.

Udang selanjutnya dibawa ke Cirebon, diolah, dan diekspor ke Amerika Serikat. Supplier asal Cirebon, Ciko Joyo, menyatakan, “Arahan dari pabrik untuk kami ambil dari BUBK Kebumen karena kualitasnya, dan ukurannya juga besar sesuai kebutuhan kami untuk ekspor ke Amerika Serikat.”

Hasil panen ini menunjukkan bahwa kebijakan dan teknologi yang diterapkan dapat menghasilkan produk unggulan yang siap dipasarkan internasional. Kegiatan ini menegaskan potensi Indonesia dalam industri budidaya udang, sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas.

Prabowo SubiantoBUBK Kebumenudangekspor ke ASteknologi water intakekualitas airpengelolaan limbah

Komentar

Memuat komentar...