Prabowo‑Luhut Bahas Ekonomi Nasional, Digitalisasi, Investasi
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada 21 April 2026. Pertemuan ini dipublikasikan lewat akun resmi sekretariat.kabinet pada hari Selasa.
Dalam diskusi, kedua pemimpin membahas kondisi ekonomi dalam negeri dan dinamika global. Mereka sepakat bahwa aktivitas ekonomi nasional masih terjaga, namun kewaspadaan tetap diperlukan. Pemerintah berencana menyiapkan langkah antisipatif guna merespons dampak konflik global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan.
Luhut menyampaikan beberapa skenario kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan APBN tetap terkendali. “Ketua Dewan Ekonomi Nasional menyampaikan sejumlah skenario kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan APBN tetap terkendali, termasuk melalui penguatan digitalisasi pemerintahan (govtech),” tulis keterangan resmi tersebut.
Selain itu, Prabowo dan Luhut juga sepakat bahwa pemerintah akan mencari peluang menarik arus modal, khususnya dari Timur Tengah, melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center guna memperkuat daya tarik investasi nasional.
Pertemuan ini menegaskan fokus pemerintah pada stabilitas ekonomi, digitalisasi pemerintahan, dan peningkatan investasi asing sebagai strategi menghadapi ketidakpastian global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
