Presiden Prabowo Pilih Menteri Lingkungan Hidup Baru Jumhur
Gambar atau konten salah?
Pada Senin, 27 April 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup di Istana Kepresidenan, Jakarta. Penunjukan ini menggantikan Hanif Faisol Nurofiq, yang kini bertugas sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Jumhur Hidayat lahir di Bandung pada 18 Februari 1968. Ia menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum memulai karier di dunia kerja. Selama periode 2022‑2027, ia menjabat sebagai pemimpin Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Antara 2007‑2014, Jumhur menjadi Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Pada tahun 2020, ia ditahan oleh kepolisian karena keterlibatannya dalam gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang menolak Undang‑Undang Cipta Kerja.
Sejak awalnya, Jumhur terlibat dalam tim pemenangan Susilo Bambang Yudhoyono, kemudian mendukung Joko Widodo pada pemilihan 2014. Pada 2019, ia beralih mendukung Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden. Sikap politiknya biasanya didasari pandangannya tentang arah kebijakan nasional.
Dengan latar belakang buruh dan pengalaman di lembaga tenaga kerja, penunjukan Jumhur menambah dimensi baru pada kabinet. Perubahan ini mencerminkan arah kebijakan lingkungan yang ingin diprioritaskan oleh pemerintah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
