Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Unit KDMP di Nganjuk
Gambar atau konten salah?
KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) menandai langkah besar di Nganjuk ketika 1.061 unit resmi dibuka sekaligus oleh Presiden Prabowo Subianto di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono. Acara ini menandai awal dari program pemerintah yang menargetkan lebih dari 30 ribu unit hingga Agustus 2026.
Menurut Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, target 30 ribu unit akan dicapai berkat kerja sama PT Agrinas Pangan Nusantara dan TNI. Ia menjelaskan bahwa “Pak Presiden tadi (saat peresmian) menyampaikan 20 ribu. Tapi PT Agrinas Pangan Nusantara bersama TNI akan berusaha lebih dari target itu. Insyaallah bisa mencapai 30 ribuan,” ujar Ferry usai peresmian, Sabtu 16 Mei 2026.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat negara, mulai pimpinan lembaga tinggi, menteri kabinet, kepala daerah Jawa Timur, hingga unsur TNI-Polri. Ferry menegaskan kehadiran mereka menandai prioritas nasional bagi program ini.
Ferry juga menyampaikan bahwa saat ini hampir 9 ribu unit sudah selesai secara fisik dan siap operasional. Namun, yang diresmikan serentak baru 1.069 unit sesuai arahan presiden. Ia menambahkan, “Ini awal operasional. Bangunan, barang dagangan, sampai pekerjanya tadi sudah dicek langsung oleh Bapak Presiden,” imbuhnya.
Selain menjadi toko kebutuhan pokok, KDMP dirancang sebagai penampung produk warga, terutama hasil usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) desa. Ferry menjelaskan bahwa koperasi akan berfungsi sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi masyarakat, sehingga produk lokal desa mendapat pasar tetap dan mendorong ekonomi warga.
Untuk wilayah dengan lahan terbatas, khususnya di kelurahan, pemerintah tengah mengkaji model pembangunan vertikal. Ferry mengungkapkan, “Skema ini disiapkan agar koperasi tetap bisa dibangun di daerah padat penduduk, dengan luas tanah di bawah 1.000 meter persegi,” tandas Ferry.
Ketua KDMP Desa Nglawak, Mursid Sutaryanto, menyatakan antusiasme warga cukup tinggi sejak koperasi mulai beroperasi. Ia menyoroti harga barang yang lebih murah dibanding pasar. “Barang-barangnya murah karena langsung dari pabrikan ke koperasi. Jadi harganya bisa ditekan. Ini yang paling dirasakan masyarakat,” ujar Mursid, usai peresmian.
Selisih harga terlihat mencolok pada kebutuhan pokok. Misalnya LPG dijual sekitar Rp 16 ribu di KDMP, sementara di luar mencapai Rp 21 ribu hingga Rp 22 ribu. Minyak goreng dijual sekitar Rp 15.700 per kemasan. Mursid menambahkan, “Kalau ibu-ibu, selisih Rp 1.000 saja dicari. Apalagi di sini selisihnya bisa sampai Rp 6.000, sangat membantu sekali,” ujarnya.
Selain menjual barang kebutuhan, koperasi juga menampung produk UMKM lokal, seperti olahan bawang merah dan makanan ringan produksi warga desa. Seluruh pegawai koperasi direkrut dari warga desa, termasuk anak-anak muda.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, memastikan percepatan pembangunan koperasi skala nasional siap dilakukan. Ia mengatakan, “Dengan pola pelatihan 20 orang di setiap gerai, kami siap membuka 20 ribu koperasi berikutnya dalam waktu satu bulan ke depan,” ujar Joao, Sabtu 15 Juni 2026.
Dukungan penuh juga datang dari TNI. Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita, menyatakan bahwa TNI mendukung percepatan pembangunan di bawah koordinasi Kementerian Koperasi dan Kemenko Pangan. Ia menyoroti tantangan di wilayah luar Jawa, khususnya Papua dan pulau-pulau kecil. “Kalau di Jawa relatif tidak ada kendala. Tapi di Papua atau pulau kecil tentu berbeda. Material sulit masuk, akses juga terbatas,” ujar Tandyo.
Untuk mengatasi hal tersebut, Tandyo menjelaskan bahwa TNI bersama Agrinas menyiapkan distribusi material dalam skala besar ke daerah-daerah sulit. Selain logistik, tenaga pembangunan juga disiapkan dari wilayah yang memiliki sumber daya lebih. “Daerah yang punya kemampuan lebih akan membantu daerah lain. Itu cara percepatannya,” pungkasnya.
Program KDMP ini menempatkan dirinya sebagai solusi bagi ekonomi desa. Dengan harga lebih rendah, penampungan produk lokal, dan dukungan logistik dari TNI, program ini bertujuan memperkuat UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas jaringan pasar di seluruh Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Perempat Final Piala Dunia: Norwegia Vs Inggris, Argentina Vs Swiss
11 Kabupaten Jatim Siaga Darurat Kekeringan
Bacaan Doa dan Dzikir Lengkap Setelah Sholat Tahajud
Penutupan Rute Feri Picu Macet Parah di Ketapang
Karnaval Warga Batu Picu Macet, Polisi Berlakukan Buka-Tutup
Persebaya Datangkan Dua Pemain Brasil
Berita Terbaru
Pantai Lakban: Wisata dan Sejarah Tambang Belanda
Kane Puji Trump Usai Main Golf Bersama
Waskita Karya: Bendungan Bukan Sekadar Beton
20 dari 30 Ribu Kopdeskel Merah Putih Tak Ideal, Solusi Dicari
Rasha Putra Permata Lolos UGM, Belajar Sendiri hingga Subuh
Kelonggaran Jam Kerja untuk ASN yang Antar Anak di Hari Pertama Sekolah