Presiden Prabowo Resmikan Fasilitas REE di Jakarta

Eko P. · 1 min baca · 3 bulan lalu · 106 dibaca
Bisik.id
Presiden Prabowo Resmikan Fasilitas REE di Jakarta

Gambar atau konten salah?

20 Mei 2026 akan menjadi hari penting bagi industri logam tanah jarang di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memulai groundbreaking fasilitas riset dan industri logam tanah jarang (REE) di Jakarta.

Direktur Utama Timah, Restu Widiyantoro, mengungkapkan hal ini dalam RDP bersama Komisi XII DPR pada 13 April 2026. Ia berkata, “Kami laporkan saat ini 20 Mei nanti akan dilakukan groundbreaking itu fasilitas riset dan industri untuk REE. Roadmap‑nya untuk menuju tanggal 20 Mei nanti yang direncanakan diresmikan oleh Bapak Presiden,” ujar Restu.

Proyek ini akan memanfaatkan sisa hasil produksi timah (SHP) yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. SHP akan diolah menjadi produk bernilai tambah oleh Perminas, sehingga logam tanah jarang dapat diproduksi secara nasional.

Restu menjelaskan, “PT Timah mendapat tugas untuk sebagai supplier untuk bahan‑bahan REE atau SHP‑nya. Sisa hasil produksi dari timah itu menjadi bahan utama untuk Perminas yang nanti selanjutnya Perminas akan memproses menjadi produk‑produk ikutannya,” jelas Restu.

Secara kasar, kerja sama ini ditargetkan sudah dapat dimonetisasi dalam dua tahun. Restu menambahkan, “Kerja sama ini diprogramkan untuk mencapai 2 tahun sudah diharapkan terjadi monetisasi. Jadi sudah bisa menghasilkan produk yang bisa mendapatkan devisa untuk negara. Kira‑kira seperti itu, belum bisa kami laporkan secara detail karena memang program ini baru dimulai sekitar 1,5 atau 2 bulan yang lalu sehingga masih dalam kajian oleh PT Timah dan Perminas, terang Restu.

Dengan memanfaatkan limbah timah, proyek ini berpotensi menambah devisa negara dan memperkuat posisi Indonesia dalam pasar logam tanah jarang global.

Logam Tanah JarangREEPT TimahPerminasSisa Hasil Produksi TimahMonetisasiDevisaJakarta

Komentar

Memuat komentar...