Presiden Prabowo Target Hemat Anggaran Rp80 Triliun
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Pemerintah Presiden Prabowo Subianto berencana melakukan efisiensi anggaran lagi di tengah kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah. Target penghematan yang dapat dicapai mencapai Rp 80 triliun.
“Itu bagian dari semua (kementerian dan lembaga), saya sisir,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (27 Maret 2026).
Sejak itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi jumlah penghematan tersebut. Ia menyatakan bahwa Rp 80 triliun berasal dari belanja negara yang sudah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
“Ya sekitar segitu (Rp 80 triliun), itu belanja saja, (dari hasil penyisiran) iya. Jadi masih banyak ruangnya kan? Anda nggak usah takut,” ucap Purbaya dalam media briefing di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (25 Maret 2026). Ia juga mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran akan dilakukan dalam tiga tahap, dengan penghematan diambil dari sejumlah anggaran K/L yang tidak terlalu penting seperti anggaran kedinasan.
- **Tahap satu** – pengurangan belanja di sektor tertentu.
- **Tahap dua** – penyesuaian anggaran lembaga.
- **Tahap tiga** – evaluasi dan penyesuaian akhir.
“Kan tahap satu, tahap dua, tahap tiga, kita jalankan nanti. Yang jelas anggarannya sudah clear, jadi APBN saya bisa dikendalikan, nggak tembus 3%,” tegas Purbaya, menegaskan bahwa batas defisit APBN tidak akan dilonggarkan ke atas 3% seperti yang sempat ramai diberitakan.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menahan defisit APBN di bawah 3% meski harga minyak terus naik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
