Presiden Prabowo Tiba di Miangas, Janji Perbaiki Bandara
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto tiba di pulau Miangas, Sulawesi Utara, pada 10 Mei 2026. Pulau ini terletak paling utara di Indonesia dan berdekatan dengan wilayah Filipina. Dalam kunjungan kerja yang disiarkan secara virtual, Prabowo menyatakan bahwa ia adalah presiden kedua yang mengunjungi Miangas, setelah Presiden ke‑7 Joko Widodo.
“Kita bersyukur, saya presiden kedua, Pak Jokowi sudah, Pak Jokowi resmikan bandara ya,” ujar Prabowo. Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk memperbaiki dan memelihara bandara tersebut. “Saya nanti akan perbaiki atau melihara supaya lebih bagus lagi,” tambahnya.
Bandara Miangas mulai dibangun pada tahun 2012 dengan dana APBN sebesar Rp 205 miliar. Pembangunan ini bertujuan mengurangi keterisolasian pulau yang sangat terpencil. Bandara resmi dibuka oleh Jokowi pada Oktober 2016. Terminalnya seluas 356 meter persegi dapat menampung 25 penumpang pada waktu sibuk. Runway berukuran 1.400 m x 30 m mampu mendukung pesawat tipe ATR‑72. Selain itu, bandara dilengkapi runway strip 1.400 m x 150 m dan apron 130 m x 65 m yang dapat menampung tiga unit pesawat.
Meskipun ukurannya relatif kecil, bandara ini menawarkan pemandangan yang menawan. Berbatasan langsung dengan laut, pasir putih, aspal hitam pada landasan pacu, hutan hijau di sekitarnya, dan birunya laut menciptakan panorama indah ketika dilihat dari ketinggian pesawat.
Dengan adanya bandara ini, Miangas kini lebih mudah diakses dan terhubung dengan wilayah lain. Kunjungan Presiden Prabowo menegaskan dukungan pemerintah untuk perbaikan dan pemeliharaan fasilitas tersebut, sehingga pulau ini dapat terus berkembang dan mengurangi rasa terisolasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
