Pria Bandung Tewas Diterkam Buaya di Sungai Banyuasin

Kartika D. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Pria Bandung Tewas Diterkam Buaya di Sungai Banyuasin

Gambar atau konten salah?

Seorang warga Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, bernama Ipan Nurzaman (25), ditemukan meninggal dunia setelah diterkam buaya di perairan Banyuasin, Sumatera Selatan. Jenazah korban kini telah berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan.

Peristiwa nahas ini terjadi di Sungai Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin. Kejadian berlangsung pada Senin, 06 Juli 2026, sekitar pukul 01.53 WIB. Ipan diserang saat ia turun ke sungai untuk membantu tiga rekannya yang sedang memperbaiki kemudi jukung (perahu kecil) di perairan Dusun I, Desa Teluk Betung.

Saat hendak memberikan bantuan, tiba-tiba seekor buaya muncul dari dalam air. Dalam hitungan detik, hewan tersebut menerkam tubuh Ipan dan menyeretnya ke dasar sungai. Rekan-rekannya tidak bisa berbuat banyak karena serangan terjadi begitu cepat.

Proses pencarian berlangsung selama empat hari. Jasad Ipan akhirnya ditemukan pada Kamis, 09 Juli 2026, sekitar pukul 17.24 WIB. Momen penemuan ini terjadi tepat di hari ulang tahun korban yang ke-26.

Kapolsek Pulau Rimau, AKP Yusri Meriansyah, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan mengapung dalam kondisi tertelungkup. Lokasi penemuan berada di sekitar Pintu Air 2 PT Stal Hindoli, sekitar 450 meter dari titik awal korban diterkam buaya.

"Korban ditemukan sekitar 450 meter dari titik awal kejadian. Setelah menerima informasi dari warga, tim gabungan langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi," kata Yusri.

Ia juga menambahkan bahwa penemuan jasad bertepatan dengan hari ulang tahun korban. "Korban juga ditemukan pas saat hari ulang tahunnya yang ke-26 tahun," ujarnya.

Setelah dievakuasi, jenazah Ipan dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk proses identifikasi. Atas permintaan keluarga, jenazah kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

"Sekitar pukul 20.00 WIB, ambulans yang membawa jenazah dilepas dari Mapolsek Pulau Rimau untuk selanjutnya diberangkatkan ke kampung halaman korban," ungkap Yusri.

Yusri juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sungai. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terutama pada malam hari atau di lokasi yang diketahui sebagai habitat buaya.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sungai, terutama pada malam hari maupun di lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya," ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai di perairan yang menjadi rumah bagi satwa liar. Keluarga korban harus menerima kenyataan pahit kehilangan orang tercinta, dan ironisnya, jasad Ipan ditemukan tepat pada hari kelahirannya. Pencarian selama empat hari berakhir dengan duka mendalam bagi keluarga yang kini harus merelakan kepergian Ipan selamanya.

buaya menerkamBanyuasinIpan Nurzamanevakuasi jenazahhabitat buayakewaspadaan sungaihari ulang tahun

Komentar

Memuat komentar...