Program Magang Nasional: Pemerintah Tambah Uang Saku Perusahaan
Gambar atau konten salah?
Program Magang Nasional akan terus berjalan tahun ini, kata Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Ia menegaskan bahwa evaluasi sedang dilakukan, termasuk peninjauan skema uang saku bagi peserta.
“Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif, sehingga sudah mulai ada usulan nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan, walaupun tentu tidak dominan,” kata Yassierli dalam penutupan Program Magang Nasional Batch 1, disiarkan YouTube@KemnakerRI, Jumat 24 April 2026.
Sejauh ini, peserta magang nasional menerima uang saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Dana tersebut berasal dari pemerintah pusat, namun Yassierli menyampaikan rencana agar sebagian pembayaran uang saku dipikul oleh perusahaan.
Yassierli menekankan pentingnya keterlibatan perusahaan, khususnya bagi yang serius membina peserta magang. Ia juga berharap perusahaan dapat memberikan sertifikat kompetensi kepada peserta di akhir program.
“Dan komitmen seperti itu akan semakin baik kalau kita juga minta dari awal ada komitmen perusahaan terkait dengan kontribusinya dan kewajiban untuk memberikan sertifikat kompetensi di akhir program nantinya,” tutur Yassierli.
Evaluasi lainnya menyoroti distribusi geografis peserta. Saat ini, sebagian besar peserta masih berkonsentrasi di Pulau Jawa. Pemerintah ingin program magang dapat merata ke berbagai daerah.
“Yang pertama, bagaimana program magang ini sebaran pesertanya bisa lebih merata dari segi geografis. Mungkin tahun 2025 sebagian besar masih di Pulau Jawa, karena kesempatan juga bagi adik-adik magang kita untuk merasakan pengalaman bekerja di Jawa, yang dari daerah-daerah,” ujar Yassierli.
Selain itu, Yassierli menyatakan bahwa skema kejuruan akan diperluas. Ia tidak ingin program hanya terbatas pada bidang marketing, administrasi, atau manajemen. Dengan demikian, lulusan diploma maupun sarjana dari berbagai program studi dapat ikut serta.
“Segi kejuruan juga akan diperluas, tidak spesifik pada bidang marketing, administrasi, atau manajemen. Hal ini diharapkan bisa membuka kesempatan bagi para lulusan diploma atau sarjana untuk mengikuti program magang nasional.”
Ia menutup dengan menegaskan bahwa distribusi kejuruan tidak terbatas pada satu bidang saja.
“Termasuk juga sebaran dari segi kejuruan, dari segi program studi sebarannya tidak spesifik, hanya digital marketing, tidak spesifik hanya administrasi manajemen, tapi juga memberikan kesempatan yang sama kepada semua program studi, lulusan program studi, apapun itu program studinya,” tutup Yassierli.
Dengan langkah-langkah tersebut, program magang nasional diharapkan dapat memberikan pengalaman kerja yang lebih merata dan berkelanjutan bagi generasi muda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
