Program MBG: 1,28 Juta Pekerja dan Ribuan Pemasok Terlibat

Agus P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
Program MBG: 1,28 Juta Pekerja dan Ribuan Pemasok Terlibat

Gambar atau konten salah?

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi pendorong signifikan bagi penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi di Indonesia, ungkap Badan Gizi Nasional (BGN) pada Jumat, 22 Mei 2026. Menurut statistik terbaru, program ini menyerap 1,28 juta tenaga kerja yang langsung terlibat di 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh nusantara.

"Para pekerja tersebut bertugas menyiapkan makanan bergizi bagi 62,45 juta penerima manfaat yang terdiri dari peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan santri," kata BGN. Kalimat tersebut menegaskan skala luas distribusi makanan yang disediakan oleh program ini.

Menurut Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), dampak ekonomi MBG tidak hanya terletak pada penyerapan tenaga kerja. Sobat, program ini juga mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal melalui rantai pasok bahan pangan dan distribusi makanan, ujarnya pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Data BGN menunjukkan bahwa hingga 22 Mei 2026, terdapat 142.387 pemasok yang terlibat. Dari jumlah tersebut, 59.921 berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), 13.306 dari koperasi, 690 dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), 1.410 dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan 157 dari Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma). Sementara itu, 66.903 pemasok lainnya berasal dari berbagai kategori penyedia bahan pangan dan jasa pendukung lainnya.

BGN menambahkan bahwa MBG turut menggerakkan ekonomi rakyat dari hulu hingga hilir dengan menciptakan permintaan bahan pangan dalam jumlah besar secara berkelanjutan. Sebagai contoh, satu SPPG membutuhkan sekitar 200 kilogram (kg) beras per hari atau setara 4,8 ton per bulan untuk memenuhi 3.000 porsi MBG. Selain itu, satu SPPG juga membutuhkan sekitar 2.800 ekor ayam per bulan, dengan asumsi menu ayam disajikan dua kali dalam sepekan. Setiap SPPG membutuhkan sekitar 450 liter susu per hari untuk memenuhi 3.000 porsi MBG, dengan masing-masing penerima memperoleh 150 mililiter susu per sajian.

Perkataan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 20 Mei 2025 di Sidang Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 menegaskan keberhasilan program ini. Ia mengatakan, "Program MBG telah membuka sekitar 1,2 juta lapangan kerja baru melalui operasional dapur SPPG." "Dari MBG saja kita sudah buka 1,2 juta lapangan kerja baru di dapur-dapur. Dan kita pastikan pasar terjamin, offtake terjamin untuk puluhan juta petani kita, peternak kita, dan nelayan kita," ungkap Prabowo.

Program ini menandai kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha mikro, dan masyarakat dalam menyediakan makanan bergizi sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan skala besar tenaga kerja dan rantai pasok yang melibatkan ratusan ribu pemasok, MBG menunjukkan contoh nyata bagaimana kebijakan sosial dapat menggerakkan ekonomi secara menyeluruh.

Program Makan Bergizi GratisBadan Gizi NasionalTenaga kerjaSPPGUMKMRantai pasok bahan panganEkonomi lokalPresiden Prabowo Subianto

Komentar

Memuat komentar...