Ibu dan Balita Tidur di Minimarket Sidoarjo Dievakuasi
Gambar atau konten salah?
Sebuah video yang memperlihatkan dua anak balita tertidur di halaman sebuah minimarket di kawasan Flyover Aloha, Sidoarjo, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Menindaklanjuti laporan dari warga, Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo segera bergerak. Mereka mengevakuasi seorang ibu bersama kedua anaknya ke UPTD Liponsos Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan dan perlindungan.
Kepala UPTD Liponsos Sidoarjo, Kristian Yudiarianto, mengungkapkan bahwa ibu dari kedua balita tersebut bernama Sumiati. Ia berdomisili di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Saat proses evakuasi berlangsung, Sumiati ditemani oleh dua anaknya yang masih sangat kecil—satu berusia 3 tahun dan satu lagi bayi berusia 6 bulan.
"Informasi awal kami terima dari laporan masyarakat yang viral di media sosial, kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Perlindungan Sosial Kabupaten Sidoarjo. Setelah dilakukan penjangkauan, ibu beserta dua balitanya langsung kami evakuasi ke UPTD Liponsos," kata Kristian di Liponsos pada Kamis, 9 Juli 2026.
Dari hasil pendataan yang dilakukan petugas, Sumiati sebelumnya tinggal di wilayah Buduran. Namun, karena kesulitan ekonomi yang mendera, ia terpaksa berpindah-pindah tempat kos. Akhirnya, ia tidak mampu lagi membayar biaya sewa tempat tinggal.
Kristian menjelaskan bahwa keluarga tersebut sempat berencana mencari tempat tinggal di kawasan Aloha. Sayangnya, tanpa biaya yang cukup, mereka akhirnya bertahan hidup dengan menginap di area SPBU Aloha selama kurang lebih dua pekan. Kondisi ini berlangsung hingga akhirnya viral di media sosial.
"Sebelumnya sudah pernah kami lakukan pembinaan dan diberikan arahan. Namun yang bersangkutan sempat menolak dan masih kembali mengemis. Setelah ada laporan terbaru ini, kami langsung melakukan evakuasi demi keselamatan anak-anak," ujarnya.
Menurut Kristian, Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo untuk penanganan lanjutan. Langkah ini diambil agar Sumiati dan kedua anaknya mendapatkan bantuan yang lebih berkelanjutan di kampung halaman mereka.
"Rencananya besok pagi ibu beserta kedua anaknya akan kami antar langsung ke Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo. Karena ada bayi yang masih berusia enam bulan, proses penyerahan kami percepat agar segera mendapatkan penanganan yang layak. Dinas Sosial Probolinggo sudah siap menerima," jelas Kristian.
Sementara itu, Sumiati membantah tuduhan bahwa ia telah menelantarkan kedua anaknya di halaman minimarket. Menurut pengakuannya, saat itu ia sedang membantu membersihkan halaman minimarket. Ia sering diberi makanan oleh seseorang yang bekerja di lokasi tersebut.
"Saya tidak menelantarkan anak-anak. Saya sedang bersih-bersih halaman karena sering dikasih makan sama orang di minimarket. Anak saya yang umur tiga tahun dan enam bulan sedang tidur di situ," ujar Sumiati.
Sumiati juga mengaku masih memiliki suami yang bekerja serabutan di Pasar Larangan, Sidoarjo. Namun, penghasilan suaminya belum mencukupi untuk menyewa tempat tinggal yang layak. "Suami saya kerja serabutan di Pasar Larangan. Karena belum mampu bayar kontrakan atau kos, akhirnya kami sementara tidur di SPBU Aloha," pungkasnya.
Kisah ini menggambarkan betapa rentannya kondisi ekonomi yang dialami keluarga Sumiati. Meskipun suami masih bekerja, pendapatan yang tidak menentu membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti tempat tinggal. Evakuasi oleh Dinas Sosial menjadi langkah darurat untuk memastikan keselamatan kedua balita, terutama bayi yang masih berusia enam bulan. Penyerahan ke Dinas Sosial Probolinggo diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi keluarga ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
