10 Juli: Hari Kebab Sedunia dan Energi Mandiri

Teguh A. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
10 Juli: Hari Kebab Sedunia dan Energi Mandiri

Gambar atau konten salah?

Setiap hari dalam kalender memiliki cerita dan peringatannya sendiri. Tanggal 10 Juli, misalnya, bukanlah hari libur nasional di Indonesia. Tidak ada bendera berkibar atau libur kerja. Tapi di panggung internasional, tanggal ini punya arti tersendiri. Dua peringatan utama menandai 10 Juli: Hari Kebab Sedunia dan Hari Kemerdekaan Energi Global.

Keduanya lahir dari latar belakang yang sangat berbeda. Satu soal makanan yang mendunia, satu lagi soal masa depan energi planet ini. Mari kita lihat lebih dekat.

Hari Kebab Sedunia

Setiap 10 Juli, para pencinta kuliner di berbagai negara merayakan Hari Kebab Sedunia. Bukan hari libur resmi, ya. Tidak ada lembaga internasional yang secara formal menetapkannya. Tapi peringatan ini mulai populer sejak sekitar tahun 2019, menyebar lewat media sosial dan komunitas makanan.

Kebab bukan sekadar makanan jalanan. Popularitasnya terus naik seiring pengaruh kuliner dari Timur Tengah, Afrika, dan Eropa yang semakin kuat. Di Amerika Serikat, khususnya kota-kota besar seperti New York, kebab sudah jadi pilihan cepat saji sejak dekade 1970-an. Bayangkan, sudah lebih dari 50 tahun.

Dalam dua puluh tahun terakhir, minat terhadap masakan Timur Tengah juga bertambah. Restoran-restoran yang menyajikan kebab bermunculan di berbagai wilayah. Makanan ini kini mudah dijumpai, dinikmati oleh berbagai kalangan, dari anak muda hingga orang tua.

Hari Kebab Sedunia menjadi momen untuk menikmati aneka jenis kebab. Ada variasi roti, daging, saus, rempah-rempah, hingga bumbu khas dari berbagai negara. Setiap budaya punya sentuhannya sendiri. Dari kebab Turki yang klasik hingga variasi modern yang eksperimental.

Hari Kemerdekaan Energi Global

Selain kebab, 10 Juli juga diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Energi Global. Tujuannya jelas: meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kemandirian energi. Dan mendorong pengembangan sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Perjalanan manusia memanfaatkan energi sudah berlangsung sejak zaman prasejarah. Awalnya, kebutuhan energi hanya untuk bertahan hidup. Setelah api ditemukan, kebutuhan itu terus berkembang. Peradaban maju, kebutuhan energi pun ikut bertambah.

Manusia kemudian memanfaatkan berbagai sumber energi. Kayu bakar. Tenaga angin untuk pelayaran. Minyak alami. Batu bara. Minyak bumi yang mendorong revolusi industri. Semua punya peran dalam sejarah.

Tapi ada harga yang harus dibayar. Penggunaan bahan bakar fosil dalam jumlah besar memunculkan persoalan lingkungan. Emisi gas rumah kaca. Perubahan iklim. Dampaknya sudah terasa di seluruh dunia.

Karena itu, Hari Kemerdekaan Energi Global menjadi pengingat. Pentingnya mengembangkan teknologi energi terbarukan. Tenaga surya. Tenaga angin. Tenaga air. Semua ini terus dikembangkan.

Meski pemanfaatan energi terbarukan meningkat, dunia masih menghadapi tantangan besar. Memenuhi kebutuhan energi secara penuh tanpa bergantung pada bahan bakar fosil bukan perkara mudah. Butuh waktu, investasi, dan inovasi.

Banyak peringatan internasional tidak berstatus hari libur resmi. Tapi tujuannya penting: meningkatkan kesadaran publik terhadap isu tertentu, atau merayakan budaya yang telah berkembang di masyarakat.

Pada 10 Juli, dua peringatan ini mengangkat tema yang berbeda. Hari Kebab Sedunia merayakan keberagaman kuliner dunia. Hari Kemerdekaan Energi Global mengajak masyarakat mendukung inovasi energi yang lebih ramah lingkungan. Dua hal yang berbeda, tapi sama-sama relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Kebab mengingatkan kita pada kekayaan budaya dan rasa. Energi mengingatkan kita pada tanggung jawab terhadap masa depan. Keduanya, dengan caranya sendiri, berbicara tentang bagaimana kita hidup dan bagaimana kita ingin hidup ke depannya.

Hari Kebab SeduniaHari Kemerdekaan Energi Global10 Juliperingatan internasionalkesadaran publik

Komentar

Memuat komentar...