PSI Ingin Ubah Jateng dari Kandang Banteng Jadi Kandang Gajah
Gambar atau konten salah?
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan ambisinya untuk mengubah citra Jawa Tengah. Wilayah yang selama ini dikenal sebagai "kandang banteng" milik PDIP itu ingin mereka sulap menjadi "kandang gajah". Respons pun datang dari kubu lawan.
Bambang Wuryanto, yang akrab disapa Bambang Pacul, angkat bicara. Ketua DPP PDIP ini menilai semua partai saat ini masih menahan langkah. Alasannya? Undang-Undang Pemilu yang baru belum juga disahkan. Situasi ini, menurut dia, membuat banyak pihak belum berani bergerak terlalu jauh.
"Gini lho, orang punya keinginan kok. Orang punya keinginan diucapkan. Apakah keinginan tersebut kemudian di-breakdown menjadi langkah-langkah yang nyata untuk mewujudkan keinginannya, nah itu kan nanti di lapangan," ujar Bambang Pacul pada Selasa, 07 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa hampir semua partai politik saat ini memilih posisi wait and see. "Setiap ini, gini lho, hari ini itu kira-kira sebagian besar partai hold. Karena Undang-Undang Pemilu belum ditetapkan, Undang-Undang Pileg belum ditetapkan. Rata-rata kan melakukan hold langkah, 'waduh aku melangkah gini jebule nggak begini', kan bisa begitu toh," lanjut dia.
Fenomena menahan diri ini tidak hanya terjadi di level partai. Bambang Pacul menyebut para anggota DPR pun melakukan hal serupa. Mereka, kata dia, sedang mengerem pengeluaran. Uang yang ada sengaja ditahan untuk persiapan pertempuran politik ke depan.
"Caleg-caleg ini lho, anggota-anggota Dewan ini pasti ngerem dulu. Mereka lagi, sebagian, saya tidak mengatakan semuanya, saya seolah sok tahu, sebagian itu meng-hold uang-uangnya untuk nanti pertempuran ke depan. Di-hold dulu, undang-undangnya belum cetho (jelas). Kalau itu kemudian gerakan kepartaian, partai itu paling banyak yang mengandalkan caleg-calegnya," ujar dia.
Perseteruan antara PSI dan PDIP soal "kandang gajah" ini sebenarnya sudah mencuat sebelumnya. Di bawah komando Kaesang Pangarep, PSI gencar mempromosikan diri sebagai partai dengan lambang gajah. Mereka ingin identitas itu melekat kuat di Jawa Tengah, wilayah yang selama ini menjadi basis utama PDIP.
PSI bahkan menyatakan kesiapannya untuk menemani Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dalam safari politik ke Jawa Tengah. Mereka ingin memastikan bahwa Jokowi melihat sendiri bahwa Jawa Tengah adalah "kandang gajah".
"Kami segera menunggu jadwal dari Bapak untuk tanggalnya. Yang jelas, tugas kami hari ini mempersiapkan untuk Bapak turun, untuk Bapak keliling Jawa Tengah, memastikan bahwa Jawa Tengah benar-benar sebagai 'kandang gajah'," kata Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo, pada Sabtu, 04 Juli 2026.
Pertarungan wacana ini terjadi di tengah ketidakpastian hukum pemilu. Semua pihak seolah menunggu kepastian aturan main sebelum benar-benar turun ke lapangan. Belum ada yang berani memulai pertempuran terbuka. Semua masih dalam tahap saling unjuk kekuatan dan menyusun strategi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ojol Medan Demo, Potongan 8% Tak Penuhi Janji
UNAND Perpanjang Pendaftaran SIMA Nilai UTBK 2026 hingga 13 Juli
Jemaah Haji Tertua Aceh, 94 Tahun, Meninggal di Madinah
Robi Junipa Resmi Pimpin PT BSP, Afni Minta Kolaborasi
Aksi Ojol di Medan Tuntut Potongan Tarif 8 Persen
DPR Dorong Magang Nasional untuk Lulusan SMA/SMK
Berita Terbaru
PSI Ingin Ubah Jateng dari Kandang Banteng Jadi Kandang Gajah
7 Tunanetra Taklukan Trawas, Buktikan Batas Hanya Ilusi
DFB Siapkan Gaji Fantastis untuk Klopp
Honor Gelar Promo Back to School, Diskon hingga Rp200 Ribu
OJK Selidiki 15 Pialang Asuransi Ilegal
Pasar Karbon Indonesia Resmi Berjalan, Zulhas Targetkan Manfaat Untuk Masyarakat