PSN Siap Operasikan Satelit N5 Komersial Setelah Izin JARTUPSAT

Eko P. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 91 dibaca
Bisik.id
PSN Siap Operasikan Satelit N5 Komersial Setelah Izin JARTUPSAT

Gambar atau konten salah?

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) hampir siap mengoperasikan Satelit Nusantara Lima, atau Satelit N5, secara komersial setelah memperoleh izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (JARTUPSAT) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Perizinan tersebut didapat setelah Satelit N5 lulus rangkaian Uji Laik Operasi (ULO) yang digelar di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23–24 April 2026. ULO ini dilakukan oleh Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi untuk memastikan seluruh sistem satelit memenuhi standar keamanan dan fungsionalitas sesuai Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021.

Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps, Satelit N5 dikatakan akan menjadi salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia sekaligus memperkuat infrastruktur satelit nasional. Satelit ini dapat mendukung pemerataan akses internet di Indonesia, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso menekankan pentingnya kelulusan ULO sebagai fase krusial sebelum satelit melayani masyarakat secara luas. Ia berkata:

Kami bersyukur Satelit Nusantara Lima telah berhasil melewati tahapan Uji Laik Operasi oleh tim evaluator dan kini telah mendapatkan izin JARTUPSAT serta VSAT dari Komdigi. Ini adalah bukti komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur satelit yang tidak hanya tercanggih secara teknologi, tetapi juga sepenuhnya patuh pada standar regulasi nasional. Kami siap menjalankan misi besar selanjutnya sekaligus mendukung terwujudnya program Asta Cita untuk mengakselerasi pemerataan konektivitas dan mengeliminasi kesenjangan akses internet di pelosok Nusantara.

Proses ULO mencakup validasi infrastruktur jaringan tetap tertutup berbasis satelit dan VSAT guna menjamin kualitas layanan, keandalan sistem, serta kepatuhan terhadap regulasi spektrum frekuensi di Indonesia. Pengujian ini juga ditinjau langsung oleh Direktur Jenderal Ekosistem Digital, Komdigi Edwin Hidayat Abdullah, JF Penata dan Penyelenggara Pos dan Informatika Ahli Utama Ir. Geryantika Kurnia, serta Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan.

Edwin menyoroti peran Satelit N5 sebagai aset strategis dalam mendukung transformasi digital nasional. Ia menambahkan:

Pemerintah terus mendorong percepatan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia. Kelulusan ULO Satelit N5 ini membuktikan infrastruktur ini telah siap secara teknis untuk mendukung agenda besar transformasi digital nasional. Kami berharap kehadiran kapasitas sebesar 160 Gbps ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat layanan publik di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses digital.

Falatehan, Ketua Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi, menjelaskan bahwa seluruh proses pengujian dilakukan secara komprehensif dan ketat sesuai standar regulasi yang berlaku. Ia menyatakan:

Proses pemeriksaan yang kami lakukan di Gateway Banjarbaru ini mencakup berbagai parameter kritikal, mulai dari keandalan transmisi hingga keamanan jaringan VSAT sesuai dengan standar dan ketentuan. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem Satelit N5 memiliki performa yang laik untuk dioperasikan secara komersial. Kepastian kelayakan ini sangat penting demi melindungi hak-hak pengguna jasa telekomunikasi di masa depan agar mendapatkan layanan yang berkualitas dan andal.

Satelit N5 menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band. Jangkauannya meluas hingga kawasan ASEAN, termasuk Malaysia dan Filipina. Satelit ini diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025, lalu menjalani fase Electric Orbit Raising (EOR) sebelum menempati slot orbit 113° Bujur Timur pada Januari 2026.

PSN menegaskan bahwa seluruh infrastruktur ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan, kini telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diproyeksikan mendukung layanan internet cepat untuk masyarakat, sektor bisnis, serta penguatan keamanan nasional di seluruh Indonesia.

Perkembangan ini menandai langkah penting bagi Indonesia dalam memperluas jangkauan internet. Satelit N5, dengan kapasitas tinggi dan kepatuhan regulasi, akan memperkuat konektivitas di wilayah yang selama ini sulit diakses. Keberhasilan ULO dan perizinan JARTUPSAT serta VSAT menegaskan kesiapan teknis satelit untuk beroperasi secara komersial, membuka peluang bagi peningkatan layanan publik dan dukungan bagi transformasi digital nasional.

Satelit N5ULOPSNJARTUPSATVSATKapasitas 160 GbpsTransformasi Digital

Komentar

Memuat komentar...