PT KAI dan Pemerintah Pembangun Double‑Track ke Cikarang
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Pada 29 April 2026, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berbicara di Stasiun Bekasi Timur tentang rencana pembangunan infrastruktur double‑double track (DDT) menuju Cikarang. Inisiatif ini akan memisahkan jalur kereta jarak jauh berkecepatan tinggi dengan jalur KRL Commuter Line.
“Untuk pembangunan double‑double track Kami akan menyesuaikan tentunya dengan PT KAI. Ada yang menjadi investasi dari PT KAI dan juga ada yang menjadi bagian dari program pemerintah,” ujar Dudy. Ia menjelaskan bahwa pembangunan DDT akan dilakukan secara patungan antara pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Perubahan skema pengelolaan prasarana perkeretaapian menjadi alasan utama. Kementerian Perhubungan akan menyerahkan pengelolaan penuh kepada PT KAI, sementara kementerian hanya akan berperan sebagai regulator. “Ke depan dapat bisa saya sampaikan kepada teman‑teman bahwa kementerian perhubungan akan menyerahkan pengelolaan prasarana kepada PT KAI, sehingga Kementerian Perhubungan hanya Menjadi regulator,” tambah Dudy.
Perubahan ini diharapkan memengaruhi pola perencanaan dan pelaksanaan proyek DDT. Pihak kementerian menyatakan akan menyesuaikan kembali strategi pembangunan lanjutan, khususnya rute dari Stasiun Bekasi ke Cikarang.
Sejauh ini, DDT telah selesai dibangun dari Stasiun Manggarai hingga Stasiun Bekasi. Jalur terpisah ini mengurangi risiko kecelakaan antara kereta jarak jauh dan KRL. Rencana selanjutnya adalah memperpanjang DDT hingga Stasiun Cikarang, namun penyesuaian diperlukan karena perubahan skema pengelolaan.
Proyek DDT dicanangkan pada tahun 2002, namun realisasinya baru dimulai pada 2015. Pada tahun 2015, pembangunan dimulai untuk menghubungkan Stasiun Jatinegara-Cakung dan Stasiun Jatinegara-Manggarai. Sejak 2019, proyek pembangunan DDT ke arah Stasiun Bekasi dari Stasiun Manggarai baru dimulai dan selesai sekitar 2022.
Dengan dukungan patungan pemerintah dan PT KAI, serta perubahan pengelolaan, pembangunan DDT diharapkan dapat mempercepat konektivitas antar kota dan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta di wilayah Jabodetabek.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Distribusi BBM di Medan Mulai Pulih
Bahlil Perintah SKK Migas Libatkan Pengusaha Lokal di Proyek Masela
85 Perusahaan Asing Berebut Proyek Sampah Jadi Listrik
Prabowo: Kesejahteraan Rakyat Butuh Biaya Besar
Impor Minyak Rusia 150 Juta Barel untuk Cadangan Energi
Danantara Tunggu Arahan Soal Dana PFII
Berita Terbaru
Ledakan MAN 3 Padang: Pelaku Korban Bullying
Distribusi BBM di Medan Mulai Pulih
Bahlil Perintah SKK Migas Libatkan Pengusaha Lokal di Proyek Masela
85 Perusahaan Asing Berebut Proyek Sampah Jadi Listrik
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Gagal SNBP-SNBT? UT Buka Pendaftaran Sampai 22 Juli
Prabowo: Kesejahteraan Rakyat Butuh Biaya Besar
