PT PAL Indonesia Dapat Pesanan 20 Kapal dari BUMN, Ini Rinciannya
Gambar atau konten salah?
Jakarta - Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), Kaharuddin Djenod, menyampaikan bahwa perusahaan menerima pesanan lebih dari 20 kapal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ini terjadi setelah adanya arahan dari Danantara yang mengharuskan seluruh BUMN di sektor perkapalan untuk membeli kapal dari PT PAL Indonesia.
“Akan ada proyek yang harus kita tangani kontraknya, dan tahun ini itu lebih dari 20 kapal,” ungkapnya di Hotel Movenpick Jakarta pada tanggal 27 Februari 2026.
Djenod menjelaskan bahwa pesanan tersebut akan dibagikan kepada galangan-galangan kapal yang sudah memiliki komitmen. “20 kapal tersebut akan didistribusikan ke galangan-galangan kapal yang memenuhi syarat untuk membangun kapal-kapal dengan berbagai ukuran,” tambahnya.
Selain melibatkan galangan kapal, Djenod juga menyatakan bahwa akan melibatkan 100 perusahaan industri pendukung maritim. Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kapal nasional secara mandiri melalui galangan dan industri komponen dalam negeri. “Ini adalah langkah awal yang segera kami ambil, dan kami juga akan langsung melibatkan industri komponen untuk pengerjaan lebih dari 20 kapal tersebut,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah sebelumnya meminta agar pengadaan kapal oleh perusahaan pelayaran milik negara dilakukan melalui galangan dalam negeri, terutama PT PAL Indonesia. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat industri nasional.
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Dony Oskaria, menambahkan bahwa konsolidasi PT PAL telah selesai tahun lalu dan akan dilanjutkan pada tahun 2026 untuk memperkuat posisi galangan kapal nasional. “Kami mewajibkan semua perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan untuk memproduksi di PT PAL. Tanpa perlindungan dan keberpihakan, sulit bagi kita untuk tumbuh. Karena itu, saya mengharuskan PT Pelni, ASDP, PIS, dan Pertamina International Shipping untuk membuat seluruh kapalnya di sini,” ujarnya dalam acara Investor Daily Roundtable di Jakarta pada tanggal 28 Januari 2026.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dan PT PAL dalam mengembangkan industri maritim di Indonesia. Dengan melibatkan banyak pihak, diharapkan dapat memperkuat kapasitas dan kemandirian sektor perkapalan dalam negeri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
