PT Simone Bangun Pabrik Kulit 429 Miliar di KEK Batang
Gambar atau konten salah?
PT Simone Batang Indonesia akan membangun pabrik fesyen berbahan kulit di KEK Industropolis Batang, Jawa Tengah. Pabrik ini dimaksudkan sebagai fasilitas produksi berorientasi ekspor.
Penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) berlangsung pada 6 Mei 2026 di Ballroom Management Office KEK Industropolis Batang. Direktur Pemasaran & Pengembangan KEK, Indri Septa Respati, dan Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia, Kim Jung Shik, menandatangani dokumen tersebut.
Investasi ini bernilai Rp 429 miliar. PT Simone Batang Indonesia akan menanamkan modalnya di lahan seluas 8,28 hektare, dengan proyeksi penciptaan sekitar 6.000 tenaga kerja.
"Investasi ini menunjukkan bahwa Indonesia, melalui KEK Industropolis Batang, semakin dilihat sebagai bagian penting dalam rantai pasok global. Kami melihat tren yang semakin kuat di mana perusahaan internasional menjadikan kawasan ini sebagai basis produksi untuk pasar ekspor," kata Indri Septa Respati dalam keterangan resminya pada 7 Mei 2026.
PT Simone, perusahaan manufaktur fesyen global, didirikan pada 1987 dan beroperasi di Vietnam serta Kamboja. Secara global, perusahaan ini menguasai sekitar 10% pangsa pasar dunia dan 30% pasar Amerika Serikat, dengan nilai ritel mencapai lebih dari US$ 7 miliar.
"Kami melihat Indonesia sebagai salah satu basis produksi masa depan di Asia. KEK Industropolis Batang memberikan kombinasi keunggulan yang kami butuhkan, mulai dari dukungan kebijakan, kesiapan kawasan, hingga potensi tenaga kerja," ujar Kim Jung Shik.
Rencana pembangunan dimulai dalam dua bulan ke depan, dengan target penyelesaian konstruksi dan operasi bertahap pada Juli 2027. Pabrik ini diharapkan tidak hanya memperluas basis produksi global, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung melalui peningkatan ekspor dan penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.
Investasi ini menandai langkah penting bagi Indonesia dalam menarik perusahaan manufaktur global, sekaligus membuka peluang kerja dan ekspor yang signifikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
