PU Izinkan Tambahan Anggaran Saat Harga Material Naik
Gambar atau konten salah?
Kementerian Pekerjaan Umum membuka kesempatan bagi pemilik proyek untuk mengajukan tambahan anggaran bila harga material konstruksi naik akibat ketegangan geopolitik global. Dampak tersebut dapat membuat biaya pembangunan suatu proyek yang sedang berjalan menjadi lebih tinggi.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Bina Konstruksi telah menerima masukan dari asosiasi jasa konstruksi terkait kenaikan harga. Masukan ini kemudian disampaikan ke LKPP sebagai bahan pertimbangan untuk menanggapi potensi kenaikan biaya.
Dody menegaskan bahwa LKPP akan menerbitkan surat edaran yang menjadi dasar penyesuaian harga dalam kontrak proyek. “Ya, pokoknya kalau LKPP mengatakan harus naik, itu naik lah sama kayak tahun 2022. Sudah pernah kejadian, jadi bukan hal yang baru,” ujarnya saat ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa, 2 Juni 2026.
Ketika ditanya apakah akan mengusulkan tambahan anggaran bila terjadi kenaikan harga, Dody menjawab, “Ya, nanti pasti akan mengusulkan anggaran seperti biasa saja.”
Di sisi lain, Dody menegaskan bahwa ketegangan geopolitik saat ini belum berdampak pada pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia. “Nggak ada sih, untuk pembangunan sampai detik ini sih nggak ada pengaruh,” katanya.
Dengan mekanisme ini, pemerintah mempersiapkan diri untuk menyesuaikan biaya proyek secara terstruktur, menjaga kelangsungan pembangunan meski harga material dapat berubah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
