Puasa Ayyamul Bidh Mei 2026: Jadwal dan Keutamaan

Eko P. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 211 dibaca
Bisik.id
Puasa Ayyamul Bidh Mei 2026: Jadwal dan Keutamaan

Gambar atau konten salah?

Puasa Ayyamul Bidh adalah ibadah sunnah yang dilakukan pada hari ke‑13, ke‑14, dan ke‑15 setiap bulan Hijriah. Meskipun terdengar ringan, puasa ini memiliki keutamaan yang cukup besar menurut tradisi Islam.

Untuk bulan Zulkaidah 1447 Hijriah, yang jatuh pada Mei 2026, jadwal puasa Ayyamul Bidh sudah dapat dipastikan. Kalender Hijriah resmi menyebutkan:

  • 13 Zulkaidah 1447 Hijriah: Jumat 1 Mei 2026
  • 14 Zulkaidah 1447 Hijriah: Sabtu 2 Mei 2026
  • 15 Zulkaidah 1447 Hijriah: Minggu 3 Mei 2026

1 Zulkaidah 1447 Hijriah, yang merupakan hari pertama bulan, jatuh pada 19 April 2026. Dengan demikian, puasa Ayyamul Bidh dimulai pada 1 Mei 2026 dan berakhir pada 3 Mei 2026.

Hadis sahih dari Abu Hurairah RA menegaskan anjuran Rasulullah SAW tentang puasa ini. Dalam hadis tersebut, Nabi bersabda:

أَوْصَانِي خَلِيْلِي ﷺ بِثَلَاثٍ صِيَامُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى وَأَنْ أُوَتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya: “Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat Duha, dan salat Witir sebelum tidur.”

Puasa ini tidak hanya sekadar menahan lapar. Rasulullah SAW juga menekankan bahwa puasa tiga hari tersebut setara dengan puasa sepanjang tahun. Hadis lain yang sering dikutip menyatakan:

صَوْمُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Selain itu, ada hadits yang lebih panjang yang menjelaskan bahwa setiap orang yang berpuasa tiga hari setiap bulan akan mendapatkan pahala sebanding dengan berpuasa sebulan penuh. Hadits tersebut berbunyi:

حَدَّثَنَا هَنَّا حَدَّثَنَا أَبُو أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ عَاصِمِ الْأَحْوَلِ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِي عَنْ أَبِي ذَرِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ فَأَنْزَلَ الله عَزَّ وَجَلَّ تَصْدِيقَ ذَلِكَ فِي كِتَابِهِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا الْيَوْمُ بِعَشْرَةِ أَيَّامٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثُ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Berbeda dengan keharusan tiga hari, buku “Amalan Ringan Berpahala Istimewa” yang ditulis Abdillah F Hasan menyatakan bahwa puasa Ayyamul Bidh dapat dilakukan satu atau dua hari saja. Namun, pahala yang diperoleh tidak sebesar puasa tiga hari penuh sesuai anjuran Nabi.

Asal‑asalan nama puasa ini berasal dari kisah Nabi Adam AS. Dalam hadis riwayat Ibnu Abbas, ketika Nabi Adam AS turun ke bumi, seluruh tubuhnya terbakar matahari sehingga menjadi hitam atau gosong. Allah kemudian memberi wahyu bahwa ia harus berpuasa selama tiga hari, yaitu tanggal 13, 14, dan 15. Pada hari pertama, sepertiga tubuhnya menjadi putih; pada hari kedua, sepertiganya lagi menjadi putih; dan pada hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih. Selain itu, nama “ayyam putih” juga merujuk pada malam-malam yang terang benderang disinari rembulan sejak matahari terbenam sampai terbit kembali.

Setiap muslim yang ingin menjalankan puasa ini harus mengucapkan niat yang benar. Bacaan niat yang sering dipakai adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ يومَ الْبِيْضُ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi-ta'aalaa.

Artinya: “Saya niat berpuasa sunah yaumul bidh (hari putih) karena Allah Ta'ala.”

Keutamaan puasa Ayyamul Bidh sangat menonjol. Menurut kitab “Riyadhus Shalihin” karya Imam an-Nawawi, Rasulullah SAW bersabda:

صَوْمُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya: “Puasa tiga hari setiap bulan itu seperti puasa sepanjang tahun.”

Hadits lain menegaskan bahwa setiap orang yang berpuasa tiga hari setiap bulan akan mendapatkan pahala sebanding dengan berpuasa sebulan penuh. Jika dilakukan setiap bulan, maka setara dengan puasa selama setahun penuh.

Puasa Ayyamul Bidh, meski sederhana, tetap menjadi ibadah yang dianjurkan secara rutin. Dengan melaksanakan puasa ini secara konsisten, seorang muslim dapat memperoleh pahala yang besar dan menambah kedekatan dengan Allah. Keutamaan puasa ini tidak hanya terletak pada pahala, tetapi juga pada kebiasaan disiplin, kesabaran, dan peningkatan kesadaran spiritual setiap bulannya.

Puasa Ayyamul BidhZulkaidahHadisPahalaRakaat DuhaWitrKonsistensiDisiplin

Komentar

Memuat komentar...