Purbaya Rencanakan Intervensi Bond Saat Rupiah Rp 17.500

Ani R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Purbaya Rencanakan Intervensi Bond Saat Rupiah Rp 17.500

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memulai hari ini, 12 Mei 2024, untuk membantu Bank Indonesia (BI) mengendalikan tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Langkah ini diambil setelah rupiah mencapai level Rp 17.500 per US$. Purbaya mengatakan, “Kita bisa akan mulai membantu besok (hari ini) mungkin,” di kantor di Jakarta Pusat pada Selasa.

Purbaya menjelaskan bahwa upayanya untuk menstabilkan nilai tukar rupiah akan memanfaatkan skema intervensi di pasar surat berharga, atau bond market. Ia menambahkan, “Dengan masuk ke bond market, itu yang Bond Stabilization Fund (BSF), tetapi belum fund semuanya. Kita aktifkan di instrumen yang kita punya di sini. Besok mulai jalan,”.

Ia menegaskan bahwa kas pemerintah saat ini sangat berlimpah, sehingga dapat membantu BI melakukan intervensi di pasar obligasi. “Kita akan coba membantu nilai tukar, kita membantu BI lah sedikit-sedikit kalau bisa. Kita masih banyak uang nganggur, kita intervention bond market supaya yield-nya nggak naik terlalu tinggi,” ujarnya.

Menjelaskan konsekuensi yield yang terlalu tinggi, Purbaya berkata, “Kalau yield-nya naik terlalu tinggi artinya apa? Asing yang pegang bond di sini kan ada capital loss, dia akan keluar. Jadi kita kendalikan itu supaya asing nggak keluar, atau masuk malah kalau yield-nya membaik sehingga rupiah akan menguat. Kita akan masuk mulai besok,”.

Di Jakarta Pusat, Purbaya menggelar rapat dadakan dengan jajaran di lobby Kementerian Keuangan pada Selasa, 12 Mei 2024. Rapat tersebut membahas strategi untuk membantu BI mengendalikan tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. “Iya kira-kira itu,” kata Purbaya di kantor.

Pejabat yang hadir di lokasi antara lain Sekretaris Jenderal Kemenkeu Robert Leonard Marbun, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto, Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti, dan Plh Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Ferry Ardiyanto.

Purbaya belum mengungkapkan strategi yang akan dijalankan pemerintah secara rinci. Ia hanya bocorkan bahwa strategi tersebut masih rahasia, “Strateginya masih rahasia, kalau dikasih tahu nanti musuh tahu. Tapi kita akan coba melihat apakah kita bisa membantu stabilitas di pasar bond, nanti pelan-pelan ke pasar nilai tukar juga,” ujarnya.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menahan fluktuasi nilai tukar rupiah, menjaga stabilitas pasar obligasi, dan mencegah keluar masuknya investor asing akibat perubahan yield. Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi rupiah di pasar internasional, meski masih dalam fase perencanaan dan belum ada detail operasional yang dipublikasikan.

Menteri KeuanganBank Indonesiaintervensi pasar obligasirupiahyieldBond Stabilization Fundstabilitas nilai tukar

Komentar

Memuat komentar...