Purbaya Yudhi Sadewa: Beban Menteri Lebih Berat, Gaji Turun
Gambar atau konten salah?
Purbaya Yudhi Sadewa, yang kini menjabat sebagai Menteri Keuangan, mengungkapkan perasaan tentang beban kerja dan kondisi dirinya setelah masa kepemimpinannya di LPS.
Pada acara Jogja Financial Festival 2026, yang diadakan pada 22 Mei 2026 di Yogyakarta, ia menyatakan bahwa pekerjaannya sebagai Menteri Keuangan jauh lebih berat dan sibuk dibandingkan saat menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan. Ia mengaku, "Ya kan banyak kerjaan. Di samping itu nyesal kenapa saya jadi Menteri Keuangan, jadi banyak kerjaan. Harusnya kita santai di LPS,".
Purbaya juga menyoroti perbedaan gaji antara dua jabatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa gaji yang diterimanya saat menjadi Kepala Dewan Komisioner masih lebih besar dibandingkan gaji Menteri yang kini ia terima. Ia menambahkan, "Enak sih Ketua LPS, gaji gede kerja agak santai. Kalau Menkeu gaji turun sedikit, kerja lebih berat. Delapan bulan jadi menteri, berat badan turun 10 kilogram,".
Dalam delapan bulan menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya mengaku berat badannya menurun 10 kilogram, yang membuatnya terlihat kurus. Ia mengungkapkan rasa penyesalan atas keputusan menjadi Menteri Keuangan, karena beban kerja yang tinggi.
Purbaya Yudhi Sadewa resmi diangkat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada reshuffle Kabinet Merah Putih tanggal 8 September 2025. Ia kini menghadapi tantangan baru di bidang keuangan negara.
Artikel ini menyoroti perbedaan peran Ketua LPS dan Menteri Keuangan, dengan fokus pada beban kerja, perbedaan gaji, dan perubahan kesehatan pribadi yang dialami Purbaya selama transisinya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
