Purbaya Yudhi Sadewa Mengaku Susah Tidur Selama Lebaran
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, mengaku mengalami kesulitan tidur setelah menjabat, terutama pada momen Lebaran.
Ia menuturkan hal ini setelah melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. Pada 21 Maret 2026, Purbaya berdiri bersama sejumlah pejabat negara, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, untuk menunaikan sholat Lebaran.
"Lebaran pertama saat menjadi menkeu, oh, berat. Saat menjadi menteri, lebih berat dari biasanya. Kalau malam lagi santai saja, masih mikir," ujar Purbaya.
Ia menambahkan bahwa ia seringkali mengalami kesulitan tidur. Namun, ia juga menegaskan adanya kepuasan karena bonus yang ia terima meningkat.
"Kadang-kadang susah tidur. Tapi lumayan lah. Lebih senang, bonus lebih banyak," kata Purbaya.
Purbaya juga terlibat dalam interaksi langsung melalui akun TikTok milik anaknya. Ia mengungkapkan bahwa ia melakukan live saat malam takbiran untuk bermain bersama kedua anaknya.
"Ya, live TikTok, sama anak saya. Saya main sama dia lah. Saya lagi belajar, lagi baca-baca majalah dan paper sedikit. Saya lagi belajar, tapi dia ada itu, live TikTok, ya saya ngobrol sama dia. Lumayan tuh, ada banyak keluhan-keluhan yang untuk marketplace katanya dikuasai sana (China) semua, ya," tutupnya.
Ringkasnya, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa menjadi Menteri Keuangan menambah beban tidur, meski membawa keuntungan finansial. Ia juga tetap berusaha bersosialisasi dengan anaknya melalui media sosial.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
