Qin, 28, Memimpin Peternakan Ular Guilin, Hasil Jutaan

Maya K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Qin, 28, Memimpin Peternakan Ular Guilin, Hasil Jutaan

Gambar atau konten salah?

Qin, seorang perempuan muda berusia 28 tahun, kembali ke desa asalnya di Guilin, Provinsi Guangxi setelah dua tahun kuliah. Ia memutuskan membantu usaha peternakan ular yang dimiliki ayahnya. Sekarang, Qin mengelola sekitar 60.000 reptil, termasuk lebih dari 50.000 five step viper dan hampir 10.000 kobra.

Awalnya ayahnya menolak keputusan Qin, menganggap pekerjaan itu terlalu berbahaya. Namun ketika usaha berkembang dan tidak dapat ditangani sendiri, Qin akhirnya ikut terlibat. Ia menjelaskan risiko yang melekat pada memelihara ular five step. “Ular five step harus diberi makan secara paksa dengan makanan yang sudah disiapkan dan kontak jarak dekat tetap membawa risiko signifikan. Saya sebenarnya tidak takut pada ular five step. Ayah sudah memelihara sejak sebelum saya lahir,” ujarnya kepada Haibao News.

Pengelolaan ular ini tidak hanya tentang menahan reptil. Qin menegaskan bahwa berbagai bagian ular memiliki nilai ekonomi tinggi. Ular kering, empedu, dan minyaknya digunakan dalam pengobatan tradisional, sementara ular hidup dapat dimanfaatkan untuk riset medis. Setiap five step viper dapat menghasilkan boleh sebanyak dua kali dalam sebulan. Harga jual bisa berkisar antara 40 hingga 200 yuan per gram, tergantung kualitasnya.

Daging ular juga menjadi sumber pendapatan. Harga jual daging didefinisikan sekitar 200 hingga 300 yuan per ekor, dan ular berukuran besar dapat mencapai lebih dari 1.000 yuan. Setelah dikurangi biaya operasional seperti tenaga kerja dan kebutuhan lainnya, usaha ini mampu menghasilkan pemasukan tahunan lebih dari 1.000.000 yuan.

Qin aktif berbagi aktivitasnya lewat akun media sosial bertajuk “Gadis Pengumpul Bisa Ular”. Akun ini telah diikuti lebih dari 22.000 pengguna. Dalam beberapa unggahan, ia menjawab pertanyaan yang sering muncul, salah satunya soal rasa takut terhadap gigitan ular. Ia menjelaskan secara jelas pengalaman tersebut. “Jika ada orang memelihara ular memberi tahu bahwa mereka tidak takut digigit, hanya ada satu kemungkinan: mereka belum pernah digigit. Khususnya ular five-step, gejala utama setelah digigit adalah rasa sakit luar biasa. Sekali mengalaminya, Anda akan mengingat rasa sakit itu setahun atau bahkan seumur hidup,” ujarnya.

Reaksi netizen pun beragam. Seorang pengguna menulis, “Ini bukan uang yang bisa didapat sembarang orang. Saya pikir itu cuma ular biasa yang tidak berbahaya. Setelah saya perhatikan lebih dekat, ternyata itu five step,” dan menambahkan, “Respek. Saya merasa merinding hanya dengan melihat ular. Dia sangat berani dan benar-benar pantas mendapatkan uang sebanyak ini.

Perbincangan ini menyoroti bagaimana sebuah usaha tradisional dapat menghasilkan pendapatan signifikan jika dikelola dengan tepat. Qin menunjukkan bahwa dengan pengetahuan, keberanian, dan dedikasi, peternakan ular dapat menjadi sumber penghasilan yang stabil. Ia juga menegaskan pentingnya kesadaran akan risiko dan pengetahuan tentang perilaku ular, sehingga dapat meminimalkan bahaya bagi semua pihak yang terlibat.

peternakan ularfive step viperkobrapendapatanQinmedia sosialrisiko gigitan

Komentar

Memuat komentar...