Ragi Kuno Ötzi Berhasil Jadi Starter Sourdough Enak

Sari D. · 2 min baca · 1 jam lalu · 25 dibaca
Bisik.id
Ragi Kuno Ötzi Berhasil Jadi Starter Sourdough Enak

Gambar atau konten salah?

Penelitian tentang kehidupan masa lalu tidak hanya menampilkan artefak atau fosil, tetapi juga mikroorganisme yang pernah hidup berdampingan dengan manusia ribuan tahun silam. Temuan semacam ini sering membuka pintu bagi kemajuan di bidang mikrobiologi, arkeologi, dan ilmu pangan.

Pada 04 Juni 2026, sekelompok peneliti dari Institute for Mummy Studies at Eurac Research melakukan uji coba tak biasa pada tubuh mumi. Mumi tersebut diidentifikasi sebagai Ötzi the Iceman, yang ditemukan pada tahun 1991 oleh dua pendaki Jerman di Pegunungan Alpen, dekat perbatasan Italia dan Austria. Tubuhnya terkubur dalam es selama ribuan tahun, menjaga kondisinya dalam keadaan sangat terjaga.

Studi ini mengungkapkan bahwa mikroorganisme tertentu mampu bertahan jauh lebih lama daripada yang diperkirakan. Bahkan sebagian ragi yang ditemukan di tubuh Ötzi masih dapat dibudidayakan dan digunakan dalam proses fermentasi modern.

Peneliti memeriksa mikrobioma yang terdapat pada kulit, usus, dan cairan tubuh Ötzi. Hasilnya, mereka menemukan sejumlah mikroorganisme yang masih aktif secara biologis. “Kami ingin menindaklanjuti hal ini lebih lanjut dan melibatkan tim peneliti khusus dari sektor pangan dalam prosesnya,” ujar Mohamed Sarhan, ahli mikrobiologi dari institusi tersebut.

Setelah berhasil mengisolasi dan mengembangbiakkan ragi tersebut selama beberapa bulan, para ilmuwan mencoba menggunakannya untuk membuat starter sourdough. Percobaan itu ternyata berhasil. Sarhan menggambarkan hasil akhirnya sebagai sourdough yang “sangat, sangat enak.” Roti yang dihasilkan memiliki kualitas fermentasi yang baik, membuktikan bahwa mikroorganisme kuno tersebut masih memiliki kemampuan untuk proses pembuatan makanan modern.

Analisis terhadap isi usus Ötzi menunjukkan keberadaan bakteri yang kini semakin jarang ditemukan pada masyarakat modern. Temuan tersebut mendukung teori bahwa pola makan tradisional yang kaya serat dan biji-bijian utuh menghasilkan keragaman mikroba yang lebih tinggi dibandingkan pola makan modern.

Keberhasilan membuat sourdough dari ragi yang ditemukan pada tubuh Ötzi juga memunculkan ide eksperimen lain. Tim peneliti mengaku tertarik untuk mencoba menggunakan ragi yang sama dalam pembuatan bir.

Studi ini menegaskan bahwa mikroorganisme kuno masih dapat berkontribusi pada inovasi pangan, menghubungkan arkeologi, mikrobiologi, dan ilmu makanan dalam satu kesatuan penemuan yang menarik.

Ötzimikroorganisme kunoragisourdoughfermentasiarkeologiinovasi pangan

Komentar

Memuat komentar...