Rahasia Stamina Superior Jude Bellingham

Cahyo S. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Rahasia Stamina Superior Jude Bellingham

Gambar atau konten salah?

Jude Bellingham menjadi sorotan di Piala Dunia 2026. Bukan cuma soal teknik menggiring bola atau kemampuannya membaca permainan. Gelandang timnas Inggris ini punya stamina yang luar biasa.

Sepanjang 90 menit pertandingan dengan tempo tinggi, Bellingham nyaris tidak terlihat kelelahan. Padahal usianya baru 23 tahun. Ia seperti bisa hadir di setiap sudut lapangan.

Apa rahasia di balik ketahanan fisiknya?

Pemain bernomor punggung 10 di Timnas Inggris ini dikenal sangat eksplosif. Ia juga menunjukkan ketenangan dan kedewasaan yang melebihi usianya.

Menurut laporan yang dikutip, kemampuan atletik Bellingham berada di atas rata-rata pemain elit sekelasnya. Ia rutin melakukan latihan aerobik kardiovaskular. Tujuannya memperkuat jantung. Dengan jantung yang lebih kuat, organ itu tidak perlu berdetak lebih cepat untuk memompa darah.

Beberapa latihan yang ia jalani antara lain:

  • Berlari
  • Bersepeda
  • Mengangkat lutut tinggi
  • Lari cepat
  • Sesi operan satu sentuhan
  • Latihan bola basket
  • Lari halang rintang

Bellingham juga melakukan latihan kekuatan. Ini untuk meningkatkan daya otot, kekuatan secara keseluruhan, dan mengurangi risiko cedera. Latihan gabungan seperti bulgarian split squat, single leg box jump, prowler push, pendlay row, deadlift, dan bench press sering ia lakukan.

Ia membutuhkan kecepatan dan kelincahan untuk bergerak efisien di lapangan. Rutinitas latihannya mencakup gerakan yang fokus pada kecepatan kaki, akselerasi, dan perubahan arah yang cepat.

Bellingham juga punya serangkaian latihan andalan. Ini meliputi lunges, pull-ups, squat menggunakan mesin, box jumps, lying leg raises, single-side plank, plank, crunches, leg extensions, squats, dan nordic hamstring curls.

Tidur cukup setelah latihan

Bukan cuma latihan keras. Bellingham juga mengutamakan istirahat yang cukup untuk pemulihan otot dan mengembalikan performa. Ia memastikan tidur 7-9 jam setiap malam dengan kualitas yang baik.

Ini penting. Kurang tidur bisa menurunkan stamina, kecepatan reaksi, koordinasi, hingga kemampuan mengambil keputusan di lapangan.

Saat tidur, tubuh meningkatkan pelepasan hormon pertumbuhan. Hormon ini berperan memperbaiki jaringan otot, membangun kembali cadangan energi, dan membantu adaptasi tubuh terhadap latihan.

Untuk meminimalkan risiko cedera, Bellingham fokus pada pemanasan dan pendinginan yang tepat sebelum dan sesudah setiap sesi latihan. Ia juga memasukkan latihan mobilitas dan peregangan ke dalam rutinitas hariannya.

Singkatnya, kombinasi latihan kardiovaskular, kekuatan, kelincahan, dan istirahat yang cukup menjadi kunci utama ketahanan fisik Bellingham di lapangan. Semua elemen itu saling mendukung untuk menjaga performanya tetap prima sepanjang pertandingan.

Jude Bellinghamstaminalatihan kardiovaskularlatihan kekuatanistirahatPiala Dunia 2026ketahanan fisik

Komentar

Memuat komentar...