Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
Gambar atau konten salah?
Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin tidak terlalu terbebani dengan gelar juara setelah dua andalan Merah Putih, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, tersingkir di Babak 32 besar Indonesia Open 2026.
Fajar dan Fikri kalah dari pasangan Chen Bo Yang/Liu Yi dengan skor 13‑21, 14‑21. Sementara Leo dan Daniel ditangkap oleh Lee Jhe‑Huei/Yang Po‑Hsuan dengan 16‑21, 21‑13, 19‑21.
Setelah memastikan lolos ke Babak 16 besar, Raymond berkata, “Yang pasti kalau beban sih tentang kita sisa dua atau bagaimana sih, saya tidak terlalu mikirin. Lebih memikirkan bagaimana cara tampil terbaik di sini, lebih ke pembuktian sih.”
Raymond dan Joaquin baru saja mengalahkan pasangan Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi 21‑9, 21‑13 di Istora GBK pada 03 Juni 2026. Mereka sempat menonton laga senior sebelum berangkat ke arena.
Joaquin menambahkan, “Pas Aa Ajay (Fajar Alfian) main, kami nonton di hotel. Pas mereka kalah, saya sama Raymond ya kita mau buktiin lah kalau ganda putra Indonesia tuh bisa bersaing.” Ia juga menegaskan, “Tapi memang untuk persaingan di dunia sekarang mau dari ranking satu sampai berapa pun itu, saya rasa punya sama-sama kesempatan yang sama untuk menang.”
Menurut Joaquin, “Jadi permainan kita sama mereka semua. Sama-sama bagus dan tinggal siapa saja yang lebih siap di lapangan.”
Dengan kemenangan ini, Raymond dan Joaquin menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi kuat di kancah ganda putra internasional, meski beberapa pasangan senior mengalami kekalahan di babak awal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dua Wakil Indonesia Tersingkir di 16 Besar Japan Open
Setahun Berpartner, Fajar/Fikri Kembali ke Japan Open
Alwi Farhan Bangkit, Kalahkan Lanier di Japan Open
Lima Wakil Indonesia Bertanding di Japan Open 2026
Putri Kusuma Tak Khawatir Tanpa An Se Young
Fajar/Fikri Kalahkan Popov Bersaudara di Japan Open
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
