Renungan Rabu: Kebangkitan dan Harapan di Tengah Hidup
Gambar atau konten salah?
Renungan harian Katolik menjadi sarana bagi umat beriman untuk semakin mendalami Sabda Tuhan dan menemukan maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui permenungan atas bacaan liturgi, umat diajak untuk memperkuat iman, menumbuhkan harapan, serta membangun relasi yang semakin dekat dengan Allah.
Renungan harian Katolik Rabu, 3 Juni 2026 mengajak kita untuk merenungkan harapan akan kebangkitan dan kehidupan yang dianugerahkan Allah kepada umat-Nya. Melalui sabda yang kita dengarkan, marilah kita semakin meneguhkan iman dan pengharapan kepada Tuhan.
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: 2 Tim 1;1-3.6-12
Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus,kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zamandan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mzm 123:1-2a.2bcd
Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga.Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.
Bacaan Injil: Mrk 12:18-27
Datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:"Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan.Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga.Dan begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati.Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia."Jawab Yesus kepada mereka: "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!"Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!"(Mrk. 12:27)Saya pernah mendapat pertanyaan dari orang yang tidak dapat memercayai kehidupan setelah kematian, dan lebih lagi tidak mempercayai keberadaan Tuhan. Sekalipun telah bersaksi bahwa melalui Kristus yang bangkit, ada pengharapan dan keyakinan akan kebangkitan, orang itu tetap bersikukuh bahwa tidak ada kehidupan setelah kematian.Saya pun dulu pernah meragukan kebangkitan. Saya membayangkan surga seperti keadaan di bumi.Bahkan pernah memilih agama tapi dengan apa yang saya inginkan, tak lepas dari hal-hal duniawi dan materialistis. Semua itu tidak membawa saya pada kehidupan Ilahi.Situasi seperti ini serupa dengan orang-orang Saduki ketika mencobai Yesus. Mereka hendak mempermalukan-Nya dengan mengajukan pertanyaan tentang tujuh orang bersaudara yang menikahi seorang wanita. Tradisi Yahudi ini dikenal dengan hukum Levirat (pernikahan saudara).Berbeda dengan orang Farisi, orang Saduki berorientasi pada hal duniawi dan kekuasaan; karena kebanyakan dari mereka adalah aristokrat atau kaya. Kedekatan dengan penguasa Romawi, menjadikan banyak dari orang Saduki menguasai posisi jabatan termasuk pengelolaan Bait Suci.Mereka juga hanya menerima Taurat tertulis, menolak tradisi lisan, kebangkitan orang mati, malaikat, dan roh. Orang Saduki sering berlawanan dengan Yesus, terutama terkait isu kebangkitan.Pertanyaan yang diajukan orang Saduki, "Siapa suami dari si istri di surga? Walaupun dimaksudkan untuk mengejek ajaran kebangkitan, namun pemikiran itu bersifat duniawi.Yesus mengatakan, "Mereka sesat!" Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan, melainkan hidup seperti malaikat di surga. Yesus menjawab mereka tentang kebangkitan dan Allah.Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Dengan menyebut Allah Abraham, Allah Iskak dan Allah Yakub.Para Bapa Israel itu tidak akan dibiarkan mati selamanya, mereka akan dibangkitkan, hidup kekal untuk memuji Allah. Jika di bumi ada kehidupan, Tuhan pun berkuasa mengadakan kehidupan lagi, dengan membangkitkan orang mati.
Renungan Hari Ini: Adakah Kebangkitan Hidup?
Renungan ini mengajak kita untuk melihat kembali pertanyaan yang diajukan orang Saduki. Mereka menantang keyakinan akan kebangkitan dengan menanyakan siapa suami bagi istri yang telah mati setelah tujuh pernikahan. Jawaban Yesus menegaskan bahwa orang yang bangkit tidak lagi terikat pada pernikahan duniawi, melainkan hidup seperti malaikat di sorga. Ini menguatkan keyakinan bahwa kebangkitan membawa kehidupan yang berbeda dari kehidupan di bumi. Seperti yang diungkapkan dalam bacaan Injil, kebangkitan bukanlah sekadar kembali ke dunia, melainkan masuk ke dalam kehidupan yang kekal dan penuh kasih.
Dalam bacaan 2 Tim, Paulus menekankan bahwa roh yang diberikan Allah bukanlah roh ketakutan, melainkan roh yang memberi kekuatan, kasih, dan ketertiban. Ia mengajak Timotius untuk tidak malu bersaksi tentang Tuhan, melainkan berani mengabarkan Injil dengan kekuatan Allah. Pesan ini menyoroti pentingnya keberanian dalam menyampaikan kabar kebangkitan kepada dunia yang masih penuh ketakutan.
Melalui Mazmur Tanggapan, kita diajak memandang Tuhan seperti mata hamba yang menatap tangan tuannya. Ini menegaskan bahwa kita selalu menantikan belas kasih dan pengampunan dari Allah. Dalam konteks kebangkitan, ini berarti kita menantikan kehidupan yang lebih baik, yang ditawarkan oleh Allah kepada semua orang.
Renungan ini juga mengingatkan bahwa kebangkitan bukan sekadar janji kosong. Ia merupakan realitas yang telah dibuktikan melalui kebangkitan Yesus Kristus. Seperti yang disebutkan dalam bacaan Injil, Yesus mematahkan kuasa maut dan membawa hidup yang tidak dapat binasa. Ini menjadi dasar bagi harapan kita akan kebangkitan.
Dengan memahami ketiga bacaan ini, kita dapat melihat bagaimana kebangkitan menjadi inti dari iman Katolik. Ia menghubungkan masa lalu, sekarang, dan masa depan dalam satu narasi yang penuh harapan. Ia mengajak kita untuk hidup dengan keyakinan bahwa kehidupan tidak berakhir di bumi, melainkan berlanjut dalam kehidupan yang lebih tinggi.
Doa Penutup
Terima kasih Bapa, karena kasih-Mu yang besar bagi kami, melalui sengsara dan kebangkitan Mu. Pesan-Mu dalam bacaan Injil hari ini menguatkan kami, untuk selalu setia dan percaya pada Kristus, yang telah bangkit, sampai Engkau kelak akan membangkitkan kami semua. Ke dalam tangan-Mu, kami serahkan hidup dan pengharapan kami. Segala kemuliaan kepada Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin.
Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Demikian renungan harian Katolik, Rabu, 3 Juni 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Semoga bermanfaat!
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
