Review Infinix XPad Edge: Tablet Layar 13,2 Inch
Gambar atau konten salah?
Infinix merilis produk baru untuk kelas menengah, yaitu Infinix XPad Edge. Tablet ini dijual seharga Rp 4.499.000, dan sudah termasuk dengan XPad Edge Keyboard.
Selama dua minggu terakhir, pengujian dilakukan terhadap perangkat ini, termasuk penggunaan keyboard dan pena (pena dijual terpisah seharga Rp 299.000). Perhatian utama tertuju pada ukuran tablet yang tampak besar dan layarnya yang lebar.
Berikut adalah ulasan singkat mengenai pengalaman menggunakan Infinix XPad Edge.
Desain Infinix XPad Edge menampilkan bodi unibody full metal. Berat perangkat ini hanya 588 gram dengan ketebalan 6,19 mm. Bagian belakang memiliki desain kamera yang menarik, menempatkan dua kamera dalam bingkai kotak melengkung, dilengkapi dengan LED Flash.
Fitur utama XPad Edge adalah layarnya yang berukuran 13,2 inci dengan resolusi 2.4K Eye Protection Display. Layar yang luas dan tajam ini memberikan ruang kerja yang lebih lega, cocok untuk melakukan banyak tugas sekaligus, presentasi, dan kegiatan kreatif.
Kemampuan multitasking menjadi lebih mudah. Untuk menyeimbangkan pekerjaan dan hiburan, penggunaan fitur layar terpisah (split-screen) sangat membantu, misalnya untuk bekerja sambil menonton video.
Keyboard yang mudah dilepas pasang memberikan nilai tambah. Daya tahan baterai juga impresif; Infinix mengklaim perangkat ini bisa bertahan hingga 110 jam sekali pengisian daya. Pengujian menunjukkan bahwa pengisian daya untuk keyboard atau tablet jarang dilakukan karena baterai tablet berkapasitas besar, yaitu 8.000 mAh.
Penggunaan pena juga memuaskan. Genggaman terasa nyaman dan tidak berat. Untuk aktivitas mencoret-coret atau menulis di layar, jeda waktu respons (latensi) hampir tidak terasa, yaitu 10 ms. Ini cukup baik untuk membuat sketsa dan mencatat.
Selain itu, Infinix XPad Edge dilengkapi fitur 7,5W Reverse Charging. Fitur ini memungkinkan tablet digunakan untuk mengisi daya perangkat lain.
Untuk kebutuhan produktivitas, Infinix XPad Edge menyertakan berbagai fitur berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Ini termasuk asisten virtual bernama Folax, serta fitur seperti AI Translation, AI Summary, AI Screen Recognition, AI Writing, dan AI Art.
Asisten suara Folax dapat digunakan untuk memberikan perintah membuka aplikasi atau memutar musik. Bagi penulis konten, fitur AI Writing dan Hi Translation terbukti membantu dalam menghasilkan tulisan yang lebih kreatif.
Penggunaan Infinix XPad Edge selama dua minggu memberikan kesan positif. Layarnya yang besar, kualitas suara, dan responsivitas layar dinilai sangat baik, menjadikannya paket yang cukup lengkap.
Kekurangan yang dicatat adalah ketiadaan sensor sidik jari. Pengamanan layar hanya mengandalkan pola, PIN, atau kata sandi. Meskipun layar mudah dibersihkan, bekas sidik jari masih terlihat.
Secara keseluruhan, dengan harga sekitar Rp 4 jutaan, Infinix XPad Edge menjadi pilihan menarik di pasaran saat ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Paolo Maldini Resmi Jadi Direktur Teknik Timnas Italia
Transmart Diskon Kulkas Polytron Sampai Rp8,3 Juta
TKA 2026: Soal Matematika Dikurangi, Pendaftaran 27 Juli
ILO: 80 Juta Pekerja ASEAN Terbantu AI
12 Juli: Hari Koperasi Nasional ke-79
Argentina vs Swiss: Laga Hidup-Mati di Babak 8 Besar Piala Dunia
Transmart Full Day Sale: AC Sharp 1 PK Jadi Rp 4 Juta
493 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel Selama Awal Juli
