Review Nothing Headphone (1): Desain Unik, Baterai Awet

Cahyo S. · 4 min baca · 4 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Review Nothing Headphone (1): Desain Unik, Baterai Awet

Gambar atau konten salah?

Portofolio produk audio Nothing di Indonesia bertambah dengan kehadiran headphone over-ear perdana mereka, yaitu Headphone (1). Produk ini melengkapi lini earbuds yang sudah ada sebelumnya.

Meskipun tergolong pemain baru, Nothing percaya diri bahwa Headphone (1) dapat bersaing dengan merek lama di segmen headphone over-ear premium, seperti Sony, Bose, JBL, dan Sennheiser. Fitur yang ditawarkan diklaim lengkap, dibalut desain khas Nothing yang futuristik. Harga yang ditawarkan dianggap kompetitif dibandingkan pesaing di kelas yang harganya cenderung naik.

Pengujian performa Nothing Headphone (1) menunjukkan beberapa aspek menarik.

Desain dan Kenyamanan

Desain Nothing Headphone (1) menawarkan tampilan retro-futuristik yang mencolok. Bentuknya persegi dilapisi aluminium berwarna perak. Terdapat kubah plastik transparan di bagian atas yang memperlihatkan komponen internal perangkat. Varian warna yang diuji adalah Putih, didominasi warna putih, abu-abu, dan perak, dengan aksen hitam pada engsel, bantalan telinga, dan bantalan kepala.

Penggunaan aluminium membuat Headphone (1) terasa lebih berat, mencapai 329 gram, sekitar 80 gram lebih berat dari Sony WH-X1000M6. Meskipun demikian, jepitan di kepala terasa pas dan tidak terlalu ketat, memungkinkan pemakaian nyaman berjam-jam. Posisi perangkat juga stabil dan tidak mudah bergeser saat bergerak.

Salah satu keterbatasan desain adalah engsel hanya bisa diputar 90 derajat dan headphone ini tidak bisa dilipat seperti beberapa model premium lainnya. Hal ini membuat perangkat kurang ringkas saat dibawa bepergian. Carrying case berbentuk persegi dengan ritsleting tipis yang disediakan juga memakan cukup ruang di dalam tas.

Kontrol Fisik yang Andal

Salah satu keunggulan Headphone (1) adalah sistem kontrolnya. Berbeda dengan banyak headphone premium yang beralih ke kontrol sentuh, Headphone (1) masih mengandalkan tombol fisik dengan metode yang unik.

Kontrol utama berada di sisi kanan. Terdapat tombol gulir (mirip mouse scroll) untuk mengatur volume; menekan tombol ini berfungsi memutar atau menjeda musik. Di bawahnya, terdapat *paddle* yang berfungsi untuk melompat ke lagu berikutnya atau sebelumnya, serta menerima/menolak panggilan telepon. Tombol ini juga bisa ditekan lama untuk fast forward atau rewind.

Tombol daya, port USB-C, audio jack 3,5mm, dan lampu indikator terletak di bagian bawah. Tombol pemasangan perangkat berada di bagian dalam, dekat bantalan telinga. Terdapat juga tombol tambahan di sudut kanan atas ear cup yang bisa diatur fungsinya, seperti mengatur kontrol kebisingan atau memanggil asisten suara. Tombol ini mendukung penekanan tunggal dan tahan untuk dua fungsi berbeda. Kontrol fisik ini memberikan presisi lebih dibandingkan kontrol sentuh yang rentan salah sentuh.

Fitur dan Perangkat Lunak

Konektivitas menggunakan Bluetooth 5.3. Perangkat ini mendukung Google Fast Pair dan Microsoft Swift Pair untuk pemasangan cepat. Opsi koneksi kabel juga tersedia melalui kabel USB-C audio dan jack 3,5mm.

Fitur pembeda utama adalah rating IP52, menjadikannya tahan terhadap debu dan percikan air ringan. Ini memungkinkan penggunaan saat berolahraga atau di bawah hujan ringan.

Headphone (1) didukung aplikasi pendamping Nothing X (tersedia untuk Android dan iOS). Aplikasi ini memiliki antarmuka minimalis dengan semua pengaturan utama mudah diakses di halaman depan.

Pengaturan peredam kebisingan (ANC) menawarkan empat mode: Rendah, Sedang, Tinggi, dan Adaptif. Terdapat juga mode Transparansi untuk mendengar suara sekitar. Fitur spatial audio tersedia dalam mode tetap atau *head-tracking*, memberikan efek suara tiga dimensi.

Untuk penyesuaian suara, tersedia Equalizer:

  • Simple: Berisi pilihan seperti Seimbang, Bass Lebih, Treble Lebih, atau Kustom untuk pengaturan tiga-pita.
  • Advanced: Menawarkan equalizer 8-pita, termasuk pengaturan frekuensi dan Q factor.
  • Explore: Berisi profil EQ yang dikurasi oleh pakar audio.

Fitur lain termasuk peningkatan bass (level 1-5), mode latensi rendah (*Low lag mode*) untuk bermain game, koneksi ganda (*Dual Connection*) ke dua perangkat sekaligus, opsi peralihan antara codec AAC atau LDAC, dan deteksi otomatis saat headphone dilepas (*Over-ear detection*) untuk menjeda musik.

Kualitas Audio

Nothing Headphone (1) menggunakan dynamic driver 40mm yang penyetelannya dikembangkan bersama KEF, perusahaan audio Inggris. Hasil pengujian menunjukkan profil suara cenderung dominan pada *bass*. Penggemar musik hip-hop, R&B, atau elektronik mungkin menyukai hentakan bass yang kuat ini. Penyesuaian melalui equalizer diperlukan untuk suara yang lebih cerah.

Saat mendengarkan musik klasik dengan pengaturan standar, pemisahan instrumen cukup jelas. Namun, instrumen bernada tinggi seperti biola dan terompet terdengar kurang menonjol, kemungkinan karena dominasi bass atau kurangnya *treble*.

Pada musik rock modern, suara gitar di bagian intro terasa kurang tajam, dan *hi-hat* serta simbal cenderung tenggelam. Vokal juga kurang menonjol; misalnya, efek vokal yang seharusnya terdengar "mengudara" pada lagu Grimes menjadi kurang terdengar karena tertutup campuran musik.

Pengalaman menonton film kurang ideal karena suara cenderung menggema, menyebabkan dialog percakapan kurang jelas. Efek suara ledakan dalam film aksi tidak terdengar maksimal.

Peredaman Suara dan Mikrofon

Klaim peredaman suara (ANC) mampu meredam hingga 42 dB dalam rentang frekuensi 2.000 Hz. Pengujian menunjukkan suara bising kantor dan deru kereta LRT Jabodebek berhasil diredam secara optimal, menjadikannya cocok untuk komuter atau lingkungan kerja yang bising.

Isolasi pasif dari bantalan telinga yang rapat juga cukup efektif mengurangi bising meskipun ANC dimatikan. Mode Transparansi berfungsi baik meneruskan suara luar tanpa terdengar artifisial.

Perangkat ini dilengkapi total enam mikrofon, dengan empat di antaranya digunakan untuk panggilan telepon. Kualitas panggilan dinilai baik; lawan bicara tidak mengeluhkan kejelasan suara, dan peredaman suara latar belakang cukup efektif menjaga kejelasan suara pengguna di area ramai.

Daya Tahan Baterai

Nothing Headphone (1) dibekali baterai 1.040 mAh. Pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Fitur pengisian cepat memungkinkan penggunaan selama 2,4 jam hanya setelah mengisi daya selama lima menit, dengan ANC aktif.

Klaim daya tahan baterai mencapai 35 jam saat menggunakan ANC. Pengujian menunjukkan klaim ini cukup akurat, bahkan saat menggunakan codec LDAC. Sebagai perbandingan, Sony WH-X1000M6 hanya menawarkan daya tahan hingga 30 jam dengan ANC aktif.

Tanpa ANC, Nothing mengklaim daya tahan baterai dapat mencapai 80 jam sekali pengisian. Daya tahan aktual bergantung pada volume dan codec yang dipilih.

Debut Nothing di pasar headphone over-ear menunjukkan potensi besar. Desain uniknya langsung menarik perhatian. Perangkat ini menawarkan paket fitur yang kuat: kontrol fisik yang matang, rating IP52, daya tahan baterai unggul, ANC yang memuaskan, serta aplikasi pendamping kaya fitur.

Meskipun kualitas audio belum sempurna—terutama pada keseimbangan frekuensi tengah dan tinggi—fondasi perangkat ini sudah kuat. Bagi pengguna yang tidak keberatan menyesuaikan equalizer untuk mendapatkan profil suara ideal, atau mencari opsi headphone premium dengan harga di bawah Rp 5 juta, Nothing Headphone (1) merupakan pilihan yang layak dipertimbangkan.

Nothing Headphone (1)Headphone over-earDesain retro-futuristikKontrol fisikIP52Daya tahan bateraiActive Noise Cancellation

Komentar

Memuat komentar...