Rizal Faisal: Panglima Viking yang Juga Juragan Kapal

Fandi R. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Rizal Faisal: Panglima Viking yang Juga Juragan Kapal

Gambar atau konten salah?

Siang itu, Dermaga 1 PPNP Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi dipenuhi suara khas. Kayu perahu yang berderak saat tertambat berpadu dengan deburan ombak dan angin laut yang membawa aroma garam. Pemandangan ini menyambut siapa pun yang datang ke tempat tersebut.

Di tengah hiruk-pikuk nelayan yang sibuk berlalu-lalang, seorang pria bernama Rizal Faisal (43) duduk dengan tenang. Ia adalah warga asli Palabuhanratu yang hafal betul setiap sudut perairan di daerah itu. Bagi Rizal, dermaga bukan sekadar tempat mencari nafkah dari jasa penyewaan kapal untuk para pemancing. Di sini, ia harus melayani berbagai permintaan pelanggan yang datang dari luar kota.

Ketika ditanya soal harga sewa perahu yang sering membuat wisatawan penasaran, Rizal memberikan penjelasan yang jujur dan apa adanya. "Itu bervariasi sih, tergantung ininya apa namanya, tergantung jenis mesinnya juga, tergantung jenis kapalnya juga," ujar Rizal saat ditemui di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP), Kamis, 09 Juli 2026.

Bagi pemancing yang menginginkan kenyamanan lebih dengan kapal bermesin diesel, tarif yang dipatok Rizal pun menyesuaikan dengan fasilitas yang didapat. Ia menyebutkan angka patokan untuk perjalanan pulang-pergi. "Ya kisaran Rp6 juta," ujarnya.

Untuk perahu biasa, Rizal merekomendasikan perahu jenis Congkreng yang bisa memuat 5 orang juru mudi atau kapten. "Tarifnya antara Rp100 ribu sampai Rp150 ribu perorang, namun menyesuaikan dengan spot mancing," jelasnya.

Meski persaingan bisnis penyewaan kapal semakin ketat, Rizal tetap optimis. Ia percaya potensi laut Pelabuhanratu masih sangat kuat untuk menarik minat para penghobi mancing dari berbagai kota besar. "Sebetulnya sih masih menjanjikan ya, itu kan apalagi cuacanya bagus gitu kan, ikan juga banyak gitu," ungkapnya.

Ia juga menyebutkan spot-spot mancing favorit. "Spot mancing di daerah Karang Hantu, Ujunggenteng, Karang Bolong. Jenis ikan GT, Tuna, kalau beruntung bisa dapat Marlin atau yang dikenal dengan nama lokal sini Jangilus," ujarnya menambahkan.

Di luar kesibukannya di dermaga, Rizal memiliki sisi hidup lain yang tak kalah sibuk, yaitu sepak bola. Ia bukan sekadar penonton biasa, melainkan sosok yang dihormati di kalangan suporter. Sejak resmi diangkat menjadi Panglima Viking pada 2014, ia mendedikasikan waktu dan energinya untuk mendukung Persib Bandung. Ketika ditanya sudah berapa lama ia memimpin komunitas suporter tersebut, Rizal menjawab singkat. "Lumayan lama juga sih," jawabnya.

Kecintaannya pada Maung Bandung membawanya melakukan perjalanan lintas provinsi. Pengalaman paling berkesan baginya adalah saat harus menempuh jarak jauh hingga ke Madura demi mendukung langsung Persib bertanding melawan Madura United. Hingga kini, semangat itu tak pernah surut. Ketika ia tak sempat hadir di stadion, Rizal akan mengumpulkan massa untuk mengadakan nonton bareng (nobar) di GOR Palabuhanratu.

Di balik citranya sebagai pria tangguh di laut dan militan di tribun stadion, Rizal adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab. Ia kini memikul amanah membesarkan tiga orang anak. Kesibukannya menjalankan bisnis di dermaga menjadi usahanya untuk memastikan masa depan anak-anaknya. Saat ini, anak sulungnya sedang menempuh pendidikan di bangku kuliah, sementara si bungsu masih bersekolah di tingkat dasar (SD).

Bagi Rizal, setiap hari di dermaga adalah tentang keseimbangan. Ia harus memastikan kapal-kapalnya siap berlayar, para pemancing pulang dengan senyum, dan di rumah, ia tetap menjadi sosok ayah yang bisa diandalkan. Peran-peran ini ia jalani dengan konsisten, menjaga napasnya tetap mengalir di tanah kelahirannya, Palabuhanratu.

Rizal Faisal adalah contoh nyata bagaimana seseorang bisa menjalani dua peran yang sangat berbeda sekaligus. Di satu sisi, ia adalah pengusaha jasa penyewaan kapal yang melayani pemancing dari berbagai daerah. Di sisi lain, ia adalah pemimpin komunitas suporter sepak bola yang militan. Kedua peran ini ia jalani dengan penuh tanggung jawab, tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ayah bagi tiga orang anak. Kehidupannya di Palabuhanratu menunjukkan bahwa laut dan sepak bola bisa berjalan beriringan dalam satu keseharian yang sama.

penyewaan kapalPalabuhanratupemancingsuporter PersibPanglima Vikingbisnis nelayan

Komentar

Memuat komentar...