Kerangka Wanita di Hutan Sukabumi Diklaim Keluarga

Kartika D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kerangka Wanita di Hutan Sukabumi Diklaim Keluarga

Gambar atau konten salah?

Penemuan kerangka manusia di area hutan jati Kampung Cikiray, Desa Sagaranten, Kabupaten Sukabumi mulai terkuak. Sebuah keluarga dari kecamatan tetangga datang dan meyakini kerangka itu adalah anggota mereka yang hilang.

Ujung Setiawan, Plt Kasi Trantib Kecamatan Sagaranten, memberikan keterangan. Menurutnya, jasad pertama kali ditemukan oleh pekerja perkebunan yang sedang membabat semak belukar untuk membuka akses jalan baru. Lahan itu awalnya tertutup ilalang lebat. Saat bekerja, pekerja itu mencium bau menyengat yang sangat kuat.

"Awalnya dari info orang perkebunan yang sedang membersihkan lahan dan membuat akses jalan dengan lebar sekitar 3 meter ke atas. Lahan tersebut awalnya rimbun oleh ilalang. Saat bekerja, ia mencium aroma bau menyengat yang sangat pekat," kata Ujung saat dikonfirmasi pada Senin, 13 Juli 2026.

Pihak kecamatan mendapat laporan dari P2BK. Mereka langsung bergerak ke lokasi bersama Kepala Desa Margaluyu. Setelah diperiksa ke pusat aroma, mereka menemukan sesosok mayat yang sebagian besar sudah menjadi tulang belulang.

Teka-teki identitas mulai terbuka setelah pihak keluarga datang ke tempat kejadian perkara. Mereka yakin kerangka itu adalah kerabat yang hilang lebih dari dua pekan. Keyakinan itu didasarkan pada kecocokan pakaian dan ciri fisik.

"Ada kaitannya dengan informasi orang hilang. Sekitar 60 persen diakui oleh pihak keluarga yang kehilangan tersebut setelah melihat dari kecocokan pakaian sweter merah dan kondisi rambut korban yang panjang," jelas Ujung.

Dari keterangan keluarga, korban adalah perempuan berusia sekitar 30 tahun. Ia warga Desa Cimenteng, Kecamatan Curugkembar. Perempuan itu memiliki satu anak yang masih kecil. Kondisinya normal, bukan orang dengan gangguan jiwa.

"Jenis kelaminnya perempuan, usia sekitar 30 tahunan dan baru memiliki satu anak yang masih kecil. Kondisinya normal (bukan ODGJ). Asal keluarganya dari Kampung Sirnasari, Desa Cimenteng, Kecamatan Curugkembar," imbuhnya.

Namun Ujung menekankan identitas resmi belum bisa dipastikan 100 persen. Polisi masih melakukan pendataan dan penyelidikan di lapangan. Lokasi penemuan berada di area kebun jati yang cukup jauh dari permukiman warga.

Jenazah sudah dievakuasi Polsek dan Puskesmas ke RSUD Sagaranten. Keluarga diminta datang ke rumah sakit untuk pencocokan lebih lanjut.

"Tadi disuruh merapat dulu ke RSUD Sagaranten. Saya juga ini sedang bersiap menuju ke sana untuk memantau perkembangan," pungkas Ujung.

Kerangka manusia ditemukan di tengah hutan jati yang terpencil. Pekerja perkebunan yang membuka lahan baru menjadi saksi pertama. Keluarga yang kehilangan anggota selama dua pekan lebih mengaku yakin berdasarkan sweter merah dan rambut panjang korban. Polisi masih menunggu hasil identifikasi resmi dari rumah sakit.

kerangka manusiahutan jatiSukabumipekerja perkebunankeluarga korbansweter merahidentifikasi

Komentar

Memuat komentar...