Sungai Cikereteg Hitam, Warga Karawang Terdampak

Kartika D. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Sungai Cikereteg Hitam, Warga Karawang Terdampak

Gambar atau konten salah?

Warga di sekitar Sungai Cikereteg, yang melintasi Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, kini dihadapkan pada kondisi yang memprihatinkan. Air sungai yang biasanya jernih berubah menjadi hitam pekat. Akibatnya, masyarakat tidak bisa lagi menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.

Legianto, Ketua Karang Taruna Kecamatan Pangkalan, mengatakan perubahan ini sudah berlangsung sekitar satu bulan. Di tengah musim kemarau, air sungai berubah warna beberapa kali dalam seminggu. "Aliran Sungai Cikereteg ini menghitam bisa 2-3 hari dalam seminggu, dan itu sudah terjadi sejak sebulan terakhir ini, kondisi ini kerap terjadi selama kemarau berlangsung," ujarnya pada Senin, 13 Juli 2026.

Dugaan sementara, pencemaran ini berasal dari limbah pabrik dan gudang barang bekas di sepanjang bantaran sungai. Karena musim kemarau, air hujan tidak ada untuk mengencerkan limbah. Konsentrasinya jadi sangat terlihat. "Kondisi kemarau ini aliran limbah kelihatan, sungai ini ada pembuangan dari pabrik, di hulu ada pabrik kertas, dan pabrik baja. Bahkan juga pembuangan gudang-gudang limbah di sepanjang aliran sungai mengalir ke Cikereteg," jelas Legianto.

Sungai Cikereteg bukan sembarang sungai. Alirannya sepanjang 14 kilometer bermuara di Sungai Cibeet, hingga mencapai wilayah Kabupaten Bekasi. Sungai ini menjadi sumber kehidupan. Warga mengandalkannya untuk mengairi sawah. Ada juga yang memanfaatkannya untuk mandi dan mencuci. "Sungai ini jadi tumpuan vital masyarakat yang bertani di sekitar aliran sungai, bahkan juga menjadi tempat sanitasi bagi masyarakat. Jadi jika aliran tercemar limbah, apa yang akan terjadi pada lahan pertanian mereka, bahkan ada yang memanfaatkan aliran ini untuk mandi dan mencuci baju," kata Legianto.

Legianto mendesak pemerintah segera bertindak. Ia sudah melapor ke Dinas Lingkungan Hidup. Ia meminta perusahaan pembuang limbah dikenai sanksi tegas. "Saya sudah sampaikan laporan ke Dinas Lingkungan Hidup, saya juga minta instansi dan pihak berwenang segera menangani masalah ini. Banyak warga yang memanfaatkan aliran Cikereteg, dan kami minta perusahaan pelaku pembuangan limbah bisa ditindak," tegasnya.

Menanggapi laporan itu, Lucky Mantera Dwiputra Romly, Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang, mengatakan pihaknya akan segera turun ke lapangan. "Haturnuhun informasinya, akan segera kami tindaklanjuti," kata Lucky melalui pesan tertulis.

Fenomena ini bukan sekadar perubahan warna. Air hitam pekat itu menandakan konsentrasi limbah yang tinggi. Di hulu sungai, ada pabrik kertas dan pabrik baja. Di sepanjang aliran, ada gudang-gudang barang bekas yang diduga membuang limbah. Semua itu mengalir ke Cikereteg. Warga yang bertani di sekitar sungai kini cemas. Lahan pertanian mereka bergantung pada irigasi dari sungai ini. Beberapa warga bahkan masih mandi dan mencuci di sana.

Kondisi ini menunjukkan bagaimana aktivitas industri bisa berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Tanpa hujan yang cukup, limbah tidak terurai dan terlihat jelas. Sungai yang menjadi urat nadi ekosistem dan ekonomi lokal kini terancam. Pemerintah daerah berjanji akan mengecek langsung ke lokasi. Namun, warga berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar janji.

pencemaran sungailimbah pabrikair sungai hitammusim kemarauCikeretegKarawangdampak lingkungan

Komentar

Memuat komentar...