Rombongan Muhammadiyah Salatiga Naik Pesawat Garuda Viral
Gambar atau konten salah?
Video rombongan siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga yang naik pesawat Garuda Indonesia ke Jakarta menjadi viral di media sosial. Video tersebut menampilkan satu pesawat penuh dengan rombongan anak sekolah dan orang dewasa yang memakai pakaian seragam.
Rombongan ini sudah menjadi tradisi tahunan sejak 15 tahun lalu. Seperti yang diungkapkan dalam video, “Keren!!! SD Muhammadiyah Plus Salatiga Carter Pesawat Garuda Untuk Kegiatan Fieldtrip Sekolah,” menulis akun Instagram @surakartakita.
Di dalam rekaman, semua peserta melambaikan tangan sambil tersenyum kepada kamera. Kepala sekolah, Dwi Wuryandari (Ndari), menegaskan bahwa rombongan tersebut memang berasal dari sekolahnya. Ia mengatakan, “Kemarin kita berangkat tanggal 14 April,” saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada 17 April 2024.
Menurut Ndari, program ini sudah rutin dilaksanakan sejak 2011 bagi siswa kelas 5. Ia menjelaskan, “Ini program rutin tahunan yang dilaksanakan sejak 2011 di siswa kelas 5. Keseluruhan kemarin rombongan kami sejumlah 183, 168 itu siswa dari enam rombel dan selebihnya adalah guru,” menunjukkan skala rombongan.
Ide naik pesawat bermula dari materi soal moda transportasi di kelas 5. Ndari menceritakan, “Karena waktu itu memang ada materi yang berkaitan dengan moda transportasi di kelas 5, tercetuslah ide itu, gimana kalau kita kenalkan saja langsung bagaimana prosedur-prosedurnya, kan ada yang jelas berbeda (prosedur naik pesawat dengan moda transportasi lain),” dan menambahkan bahwa pengalaman langsung lebih berkesan daripada buku atau video.
Setiap kali masuk bandara, siswa harus melewati pemeriksaan barang, menunjukkan tiket, dan mengikuti prosedur keamanan. Ini memberi mereka gambaran lengkap tentang proses keberangkatan. Tahun ini, rombongan dibagi menjadi dua bagian: satu pesawat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dan satu lagi di Yogyakarta International Airport.
Karena kapasitas pesawat tidak cukup untuk 183 orang, Ndari menjelaskan, “Jadi karena kapasitas pesawat tidak cukup untuk mewadahi satu rombongan 183 orang kan tidak cukup, maka kami bagi menjadi dua bandara, yang pertama di Ahmad Yani Semarang dan rombongan kedua di YIA,” sehingga setiap kelompok berangkat pada pukul 06.00 WIB atau 06.55 WIB.
Keistimewaan tahun ini adalah siswa diperbolehkan masuk ke kokpit. Ndari berkata, “Dari Garuda pun, karena memang sudah menjadi pelanggan setia setiap tahun dengan jumlah yang banyak, kemarin beberapa anak-anak kami, meskipun tidak semuanya, diberikan kesempatan untuk masuk di bagian pilot, melihat peralatan-peralatan yang ada di bagian pilot itu,” menambahkan pengalaman langsung di ruang kendali.
Setelah tiba di Bandara Soekarno‑Hatta, rombongan melanjutkan perjalanan ke Jakarta dengan bus. Tujuan utama adalah Gedung DPR‑MPR RI dan Kantor PP Muhammadiyah. Ndari menjelaskan, “Kunjungan ke Gedung DPR‑MPR RI berkaitan dengan materi kelas 5 tentang wawasan kebangsaan. Kami sekali lagi menunjukkan ini loh yang biasanya kalian baca, DPR, MPR tugasnya ini, kemudian gedungnya ini dan seterusnya. Anak-anak bisa melihat langsung bertemu dengan anggota dewan di sana,” dan menambahkan, “Anak-anak melihat tempatnya ketika sidang di mana, tempatnya ketika presiden itu dilantik di mana, duduknya para tamu‑tamu kedubes itu di mana. Jadi harapan kita itu ketika anak-anak melihat tempat itu membuat mereka terinspirasi dan meningkatkan rasa cinta tanah air,”.
Setelah kunjungan resmi, rombongan diundang rekreasi ke Dufan, Ocean Dream Samudera Ancol, dan Masjid Istiqlal. Mereka juga menunaikan ibadah di masjid tersebut.
Selama di Jakarta, rombongan menginap di hotel di Menteng, dengan empat anak per kamar. Ndari menekankan pentingnya kemandirian, berkata, “Di situ ya anak-anak harus belajar mandiri, bagaimana mengatur waktu, kapan dia harus tidur, besok pagi‑pagi banget juga harus bisa bangun sendiri. Alhamdulillah kemarin semua sudah bisa disiplin kumpul tepat waktu jam 06.00 WIB pagi semua sudah berkumpul,”.
Trip berakhir pada 15 April 2024 sore. Rombongan kembali ke Semarang menggunakan kereta api eksekutif. Ndari mengungkapkan, “Pulangnya naik kereta api eksekutif. Kami menggunakan empat gerbong penuh dengan siswa kami, berangkat dari Gambir jam 16.45 WIB sampai di Semarang Tawang itu pukul 22.00 WIB,” dan sebelum kembali ke Salatiga, mereka mampir ke Masjid Baiturrahman Kota Semarang untuk salat.
Setibanya di Salatiga pada 16 April 2024 dini hari, rombongan menutup perjalanan. Ndari menilai bahwa field trip ini mengajarkan nilai religius, kemandirian, tanggung jawab, dan karakter. Ia menambahkan, “Kegiatan field trip ini mengajarkan banyak sekali nilai seperti nilai religius, kemandirian, bertanggung jawab, hingga membangun karakter anak,”.
Biaya keseluruhan diperkirakan sekitar Rp 3 juta. Ndari menjelaskan, “Kalau berkaitan dengan biaya kurang lebihnya Rp 3 juta. Orang tua yang masuk ke SD itu sudah tahu, dari sebelum masuk menjadi keluarga di SD Muhammadiyah Plus, kami ada sosialisasi program,” dan menegaskan bahwa biaya sudah diinformasikan sejak awal.
Program ini direncanakan sejak siswa berada di kelas 1 SD. Ndari menyatakan, “Program itu sudah sudah kami sampaikan dari awal, bahwa nanti ananda ketika di kelas 5 akan ada program naik pesawat ke Jakarta, sehingga orang tua sudah bisa mempersiapkan sejak pertama kali masuk,” dan menambahkan, “Dari sekolah itu ada program menabung khusus untuk persiapan fieldtrip. Program menabung itu tidak mengikat, kami berikan kebebasan kepada orang tua berapa pun nominalnya, dari sekolah siap memfasilitasi untuk menabung,” serta, “Andai dari uang tabungan itu belum mencukupi, pasti orang tua akan menutup kekurangan itu. Andai tabungannya ada yang lebih pun, ya nanti akan kami kembalikan sebagai uang saku atau mungkin untuk membeli peralatan lain yang diperlukan,”.
Dengan tradisi yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade, SD Muhammadiyah Plus Salatiga terus menggabungkan pendidikan formal dengan pengalaman dunia nyata. Program field trip ini tidak hanya memperluas wawasan siswa tentang transportasi dan kebijakan negara, tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab, kemandirian, dan rasa cinta tanah air melalui kunjungan langsung ke institusi penting dan aktivitas rekreasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
