Rumor Dirut Bulog Jadi Kabais TNI Berujung Salah Ternyata
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa kabar ia diangkat menjadi Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI adalah berita bohong. Ia sudah pensiun dari TNI.
“Nggak, itu bohong itu. Orang saya sudah pensiun kok jadi Kabais,” tegas Rizal saat ditemui di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Senin (30 March 2026).
Rizal menjelaskan bahwa jabatan Kabais hanya dapat diemban oleh TNI aktif yang masih berdinas. Oleh karena itu, ia menegaskan tidak mungkin dirinya menjadi Kabais TNI. “Kalau Kabais itu harus masih dinas. Saya kan sudah purnawirawan, nggak mungkin lah,” tegasnya lagi.
Perum Bulog sudah menanggapi pemberitaan yang memuat informasi tidak akurat dan berpotensi menyesatkan publik terkait Rizal, termasuk narasi yang mengaitkan jabatannya di Bulog dengan posisi Kabais TNI. Head of Public Relations Perum Bulog, Tomi Wijaya, menyampaikan bahwa penugasan Ahmad Rizal Ramdhani sebagai Direktur Utama Perum Bulog merupakan keputusan resmi pemerintah melalui Kementerian BUMN. “Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, beliau telah mengundurkan diri (dari TNI) ketika ditunjuk sebagai Dirut Bulog dan saat ini sudah purnawirawan dari TNI,” sebut Tomi.
Rumor tentang penunjukan Rizal sebagai Kabais TNI tidak berdasar. Ia memang sudah pensiun dan tidak memenuhi syarat jabatan tersebut. Perum Bulog menegaskan bahwa penunjukannya sebagai Direktur Utama adalah keputusan pemerintah, dan ia telah mengundurkan diri dari TNI sebelum memegang jabatan tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
