Rupiah Melemah, Harga Oli dan Sparepart Melonjak
Gambar atau konten salah?
Jakarta — Nilai tukar Rupiah yang terus melemah terhadap Dolar AS mulai terasa langsung di kantong masyarakat. Bukan cuma harga bahan pokok, harga oli mesin dan suku cadang (sparepart) ikut melonjak cukup tajam. Akibatnya, pemilik kendaraan kini harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk perawatan motor atau mobil mereka.
Di salah satu bengkel motor yang sempat dipantau, kenaikan harga oli terlihat jelas. Per botolnya, harga naik antara Rp20.000 hingga Rp30.000. Kenaikan ini cukup memberatkan, apalagi bagi mereka yang rutin melakukan servis berkala.
Menurut pemilik bengkel tersebut, kondisi pasar saat ini masih belum stabil. Ia mengatakan harga-harga yang sudah naik itu masih berpotensi bergerak naik lagi dalam waktu dekat. Artinya, konsumen belum bisa bernapas lega — fluktuasi nilai tukar masih menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan ini.
Singkatnya, pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS kini berdampak langsung pada biaya operasional kendaraan sehari-hari. Kenaikan harga oli dan sparepart menjadi contoh nyata bagaimana perubahan nilai mata uang asing bisa merembet ke kebutuhan pokok masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
