Rupiah Menurun, Pemerintah Siap Subsidi Harga Pangan

Fitri A. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
Rupiah Menurun, Pemerintah Siap Subsidi Harga Pangan

Gambar atau konten salah?

Pada pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mencapai Rp 17.500 per US$, menandakan pelemahan mata uang yang dapat memengaruhi harga komoditas pangan impor.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pemerintah akan turun tangan jika harga pangan impor melewati batas harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan penjualan (HAP).

"Kita tetap akan jaga. Seperti tadi. Kalau harga itu melampaui HET. Tentu pemerintah akan turun tangan memberikan harus subsidi," ujar Zulhas.

Zulhas menjelaskan langkah ini dapat dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Ia menegaskan bahwa ada anggaran khusus untuk kejadian tak terduga, yang dapat digunakan untuk subsidi.

"Ada anggaran untuk bencana yang tidak terduga, ada anggarannya itu. Jadi disubsidi. Apakah ongkosnya atau kah harganya," jelas ia.

Respons cepat dianggap penting untuk menahan gejolak harga, terutama komoditas yang terdampak lonjakan kurs. Oleh karena itu, Zulhas mengajak bupati dan gubernur untuk bertindak cepat di daerah masing-masing.

"Saya mengajak bupati, gubernur cepat. Cepat kalau ada masalah di daerahmu. Cepat kita tanggapi bareng-bareng. Yang pusat seperti bulog kita handle. BGN kita handle. Perhubungan tetap kita handle. APBN kita handle. Tapi kalau kewajiban daerah, daerah juga. Kabupaten, wali kota, gubernur juga harus cepat mengendalikan," tambah Zulhas.

Data Bloomberg menunjukkan dolar AS menguat 0,05% menjadi Rp 17.537. Pada penutupan perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, dolar AS ditutup pada Rp 17.528.

Dengan langkah subsidi dan koordinasi antara pusat dan daerah, pemerintah berusaha menjaga stabilitas harga pangan di tengah fluktuasi nilai tukar.

Nilai tukar rupiahHarga pangan imporSubsidi pemerintahZulkifli HasanHETHAPKoordinasi pusat-daerahFluktuasi nilai tukar

Komentar

Memuat komentar...