Rupiah Turun 17.500, Menteri Keuangan Rencanakan Intervensi

Ayu W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Rupiah Turun 17.500, Menteri Keuangan Rencanakan Intervensi

Gambar atau konten salah?

Rupiah menurun drastis, menembus angka 17.500 per dolar AS. Nilai ini sudah tercatat sejak 12 Mei 2024 dan terus menurunkan ketenangan para pelaku pasar.

Menanggapi tekanan ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar rapat mendadak di lobi kantor kementerian. Ia mengundang sejumlah pejabat untuk membahas langkah‑langkah intervensi. Setelah rapat, Purbaya menyampaikan rencana singkatnya:

"Kita akan coba membantu nilai tukar, kita membantu BI lah sedikit-sedikit kalau bisa. Kita masih banyak uang nganggur, kita intervention bond market supaya yield-nya nggak naik terlalu tinggi," ujar Purbaya.

Reaksi tidak menunggu lama. Di meja Ketua DPR, Puan Maharani menegaskan bahwa penurunan rupiah akan segera dirasakan oleh pelaku UMKM, khususnya yang terlibat ekspor‑impor. Ia juga menyoroti dampak pada sektor industri dan transportasi.

Oleh karena itu, DPR RI mendukung upaya terbaik pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, ketahanan energi, bersama Bank Indonesia, melakukan mitigasi arus keluar modal asing, mengendalikan harga kebutuhan pokok, serta memastikan perlindungan terhadap masyarakat kecil agar tidak menjadi pihak yang paling terdampak dari gejolak global yang sedang terjadi,” jelas Puan.

Dalam upaya menjaga ekonomi, DPR mendorong kerja sama erat antara pemerintah dan Bank Indonesia. Purbaya menegaskan bahwa ia akan memulai inisiatif bersama BI untuk menstabilkan nilai tukar dan meminimalisir volatilitas pasar obligasi.

Di lantai bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sejak pembukaan perdagangan pada 13 Mei 2024. Penurunan ini terjadi setelah pengumuman rebalancing saham Indonesia di indeks global MSCI, yang memicu kekhawatiran investor.

Di sisi lain, keriuhan tidak hanya terbatas pada pasar. Di Sragen, atap ruang kelas Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah 4 Bulu, Kecamatan Sambungmacan, roboh saat kelas berlangsung. Reruntuhan menimpa beberapa siswa dan guru, menyebabkan luka-luka.

Insiden ini menambah beban pada sistem pendidikan daerah. Sekolah masih mencari cara untuk menanggapi kerusakan dan memastikan keselamatan siswa serta staf.

Di tengah tekanan mata uang dan pasar saham, sejumlah analis menekankan pentingnya diversifikasi investasi. Mereka menyarankan agar masyarakat mempertimbangkan instrumen yang lebih aman, seperti deposito atau reksa dana likuid, daripada berfokus pada saham di masa ketidakpastian ekonomi.

Keseluruhan situasi menandakan ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung. Meski pemerintah dan BI berupaya menstabilkan pasar, tekanan global dan faktor domestik terus memengaruhi nilai tukar dan indeks saham.

Dengan kondisi ini, pelaku usaha kecil dan menengah harus lebih waspada terhadap fluktuasi harga kebutuhan pokok dan biaya ekspor. Sementara itu, masyarakat umum diharapkan tetap bijak dalam memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko mereka.

RupiahBank IndonesiaIntervensiIHSGMSCIDepositoReksa dana

Komentar

Memuat komentar...