Salatiga Puncak Indeks Kota Toleran 2025, Singkawang Kedua
Gambar atau konten salah?
Setara Institute baru saja merilis laporan Indeks Kota Toleran (IKT) tahun 2025. Hasilnya, Kota Salatiga di Jawa Tengah memuncaki daftar dengan skor tertinggi, yakni 6 492. Peluncuran resmi dilangsungkan di Mangkuluhur ARTOTEL Suites Jakarta pada 22 April 2026.
Di posisi kedua menempati Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dengan skor 6 391. Laporan ini menilai 94 kota di seluruh Indonesia. Metode pengukuran mencakup empat variabel utama—regulasi pemerintah kota, regulasi sosial, tindakan pemerintah, dan demografi agama—yang diukur melalui delapan indikator.
Daftar 10 kota dengan tingkat toleransi tertinggi:
- Kota Salatiga (skor 6 492)
- Kota Singkawang (skor 6 391)
- Kota Semarang (skor 6 160)
- Kota Pematangsiantar (skor 6 084)
- Kota Bekasi (skor 6 037)
- Kota Sukabumi (skor 5 973)
- Kota Magelang (skor 5 805)
- Kota Kediri (skor 5 792)
- Kota Tegal (skor 5 733)
- Kota Ambon (skor 5 657)
Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Ismail Hasani, menegaskan bahwa Indeks Kota Toleran 2025 mencerminkan konsistensi lembaga dalam mengawal isu toleransi secara berkelanjutan. Pengukuran ini merekam jejak kemajuan maupun kemunduran kerja kolaboratif antara pemerintah daerah dan masyarakat. Ismail juga menekankan bahwa capaian ini adalah hasil kerja keras kolektif, bukan sekadar keberhasilan individu pejabat semata.
“Jadi (indeks kota toleran) bukan semata-semata prestasi Walikota atau Kesbangpol atau FKUB tapi adalah prestasi bersama,” kata Ismail.
Indeks ini menjadi alat bagi pemerintah dan masyarakat untuk menilai dan meningkatkan kebijakan toleransi. Dengan data yang transparan, kota-kota dapat belajar dari contoh terbaik dan memperbaiki area yang masih perlu pengembangan. Laporan ini menandai langkah penting dalam mempromosikan kerukunan di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
