Sandiaga Uno: AI, Green, Wellness, dan Kolaborasi Menjadi Kunci

Sigit W. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Sandiaga Uno: AI, Green, Wellness, dan Kolaborasi Menjadi Kunci

Gambar atau konten salah?

Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), bersama perubahan perilaku konsumen, dinamika pasar, serta ketidakpastian geopolitik dan regulasi, kini menjadi topik penting bagi para pemimpin usaha di Tanah Air. Kondisi ini tidak hanya menambah tantangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi pelaku pasar.

Pengusaha sekaligus mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menegaskan bahwa peluang bisnis selalu hadir, bahkan ketika ekonomi menghadapi tekanan. Ia menyoroti tiga sektor yang menampilkan potensi pertumbuhan menjanjikan: ekonomi digital berbasis AI, green economy, dan wellness economy.

"Kesempatan itu ada di setiap tikungan. Saat ekonomi ada penurunan, pasti ada opportunity. Ke depan mungkin di bidang AI dan digital economy, green economy, serta wellness economy," kata Sandiaga dalam diskusi CORIM+ Conversation yang dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (13 Juni 2026).

Ia menambahkan bahwa kemampuan menangkap peluang tidak lagi dapat bergantung pada pendekatan bisnis konvensional. Kolaborasi antar pelaku usaha menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi ekonomi tersebut.

"Tapi yang dibutuhkan sekarang adalah innovation dan collaboration. Pola old economy sudah tidak bisa lagi. Saya tidak ingin kita punya 64 juta UMKM yang berjuang sendiri-sendiri. Kita harus membuka ruang yang lebih besar untuk kolaborasi," ujarnya lagi.

Sementara itu, Managing Director & Senior Partner Boston Consulting Group (BCG) Edwin Utama menyoroti kecepatan perkembangan AI yang lebih cepat dibandingkan gelombang teknologi sebelumnya. Berdasarkan survei BCG terhadap 12.000 pekerja, mayoritas responden telah memanfaatkan AI dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Edwin menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan sekadar meningkatkan produktivitas individu, melainkan mengubahnya menjadi produktivitas organisasi secara menyeluruh. Ia menyebut AI sebaiknya dipandang sebagai Amplified Intelligence yang memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikannya.

"Sebagai pemimpin perusahaan, kita harus mulai berbicara mengenai strategi AI hari ini dan menentukan peran mana yang akan diperkuat oleh manusia, serta peran mana yang akan diperkuat oleh AI," kata Edwin dalam diskusi yang sama.

CEO Corim Group, Mikhael Lalwani, menekankan pentingnya membangun organisasi yang adaptif, proaktif, dan responsif terhadap perubahan. Ia juga mengingatkan bahwa komunikasi yang efektif menjadi elemen penting dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis.

"Kita tidak bisa selalu memprediksi apa yang akan terjadi ke depan. Karena itu perusahaan harus memiliki framework yang jelas agar organisasinya mampu menjadi adaptive, proactive, dan responsive terhadap berbagai perubahan dan tantangan. Yang tidak kalah penting adalah memastikan komunikasi berjalan dengan baik dari level pimpinan hingga seluruh organisasi, karena sering kali tantangan terbesar muncul ketika informasi tidak tersampaikan secara efektif," paparnya.

Diskusi ini diselenggarakan sebagai bagian dari CORIM+ Society 2026, sebuah platform networking yang mempertemukan para pemimpin bisnis, investor, entrepreneur, dan pengambil keputusan dari berbagai industri. Tahun ini, CORIM+ Society mempertemukan para pemimpin dan profesional dari sektor strategis, mulai dari jasa keuangan, infrastruktur, manufaktur, pertambangan, energi terbarukan, teknologi, transportasi dan logistik, kesehatan, retail dan consumer goods, legal advisory, hingga media dan komunikasi.

Acara ini tidak hanya menghadirkan diskusi strategis, tetapi juga memberi ruang bagi peserta untuk membangun koneksi, bertukar perspektif mengenai tantangan dan peluang di masing-masing industri, serta mengeksplorasi potensi kolaborasi yang dapat berkembang menjadi peluang bisnis di masa depan.

Dengan menyoroti AI, green economy, dan wellness economy, para pemimpin bisnis di Indonesia diingatkan bahwa setiap penurunan ekonomi menimbulkan peluang baru. Kunci keberhasilan terletak pada inovasi, kolaborasi, dan komunikasi yang efektif, serta kemampuan organisasi untuk tetap adaptif dan responsif terhadap perubahan yang terus berlangsung.

kecerdasan buatangreen economywellness economykolaborasiinovasiadaptasiCORIM+ Society

Komentar

Memuat komentar...