Satelit Indonesia: Peluang Besar, Tantangan Kedaulatan

Yuli S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Satelit Indonesia: Peluang Besar, Tantangan Kedaulatan

Gambar atau konten salah?

Potensi besar industri satelit Indonesia terlihat jelas ketika dipertimbangkan kebutuhan konektivitas di wilayah kepulauan yang luas. Pasar di kawasan Asia Pasifik terus tumbuh, memberi peluang bagi perusahaan lokal untuk berkembang. Namun, kedaulatan langit Nusantara menjadi isu penting karena masuknya pemain global dengan teknologi lebih maju, seperti Starlink dan operator satelit asing lainnya.

Layanan berbasis satelit orbit rendah (LEO) menawarkan kecepatan tinggi, latensi rendah, dan instalasi langsung ke pengguna akhir. Model ini tidak hanya mengubah ekspektasi pasar, tapi juga dapat menggeser peran pemain domestik yang selama ini mengandalkan satelit orbit geostasioner (GEO). Perubahan ini menimbulkan tantangan bagi industri lokal yang harus bersaing dengan teknologi yang lebih agresif.

Di tengah dinamika ini, kedaulatan digital menjadi topik hangat. Tidak hanya soal siapa yang menyediakan layanan, tetapi juga siapa yang mengontrol data, spektrum frekuensi, dan infrastruktur yang melintasi wilayah Indonesia. Salah satu kekhawatiran utama adalah aliran data yang berpotensi keluar dari yurisdiksi nasional jika tidak diatur secara ketat.

"Potensinya besar, tapi kita tidak boleh hanya menjadi pasar. Kita harus tetap punya kontrol, terutama terhadap data dan infrastruktur yang beroperasi di wilayah kita," ujarnya kepada awak media di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Rusdianto Yuli Hermansyah, Ketua Umum Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI), menekankan pentingnya menjaga kedaulatan dalam pengelolaan industri satelit nasional.

ASSI mendorong agar seluruh data dari layanan satelit, termasuk yang terintegrasi dengan jaringan seluler, tetap “landing” di Indonesia. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga kontrol atas data strategis yang dihasilkan oleh satelit. Selain itu, ASSI menilai perlu adanya orkestrasi nasional dalam pengembangan konstelasi satelit. Tanpa koordinasi, potensi benturan frekuensi dan orbit antaroperator bisa terjadi dan justru merugikan industri dalam negeri.

Di sisi lain, penguatan kapasitas nasional menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemain global. Indonesia telah memiliki fondasi awal melalui pengembangan teknologi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional serta operasional satelit oleh operator domestik. Namun, kemampuan end-to-end, mulai dari pembangunan hingga peluncuran satelit, masih perlu ditingkatkan. Rencana pembangunan fasilitas peluncuran di dalam negeri menjadi salah satu langkah strategis yang sedang dipertimbangkan.

ASSI juga berharap agar pemerintah menyoroti pentingnya kebijakan yang adil atau level playing field antara operator lokal dan global. Hal ini mencakup aspek biaya spektrum, kewajiban operasional, serta hak atas data yang dihasilkan. Level playing field dianggap penting agar industri lokal tidak terpinggirkan oleh pemain asing yang memiliki sumber daya lebih besar.

Di tengah tren integrasi jaringan terestrial dan non-terestrial (NTN) menuju era 6G, satelit akan menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem telekomunikasi nasional. Hal ini membuat isu kedaulatan tidak lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan strategis yang harus diatasi.

"Ini momentum untuk memperkuat ekosistem nasional. Kalau tidak, kita akan tertinggal di rumah sendiri," kata Rusdianto. Rusdianto Yuli Hermansyah menegaskan bahwa Indonesia harus memanfaatkan peluang ini sambil menjaga kontrol atas data dan infrastruktur yang beroperasi di wilayahnya.

Kesimpulannya, industri satelit Indonesia berada di persimpangan antara peluang besar dan tantangan serius. Untuk tetap kompetitif, negara perlu memperkuat kapasitas nasional, menjaga kedaulatan data, dan memastikan kebijakan yang adil bagi semua operator. Dengan langkah-langkah tersebut, Indonesia dapat memanfaatkan teknologi satelit untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Satelit LEOKedaulatan dataStarlinkKonstelasi satelitLevel playing field6GFasilitas peluncuran

Komentar

Memuat komentar...