Satu Kematian Rabies di Desa Tukadaya, Bali: Kasus Pertama Manusia

Sinta R. · 2 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
Satu Kematian Rabies di Desa Tukadaya, Bali: Kasus Pertama Manusia

Gambar atau konten salah?

Ni Ketut Sari, seorang ibu rumah tangga (IRT) dari Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, meninggal akibat rabies pada 24 Mei 2026. Ia diserang dan digigit oleh kucing liar pada 01 April 2026, ketika sedang menjemur pakaian di depan rumah. Gigitan terjadi di betis kanan.

Setelah digigit, Sari menolak mencari bantuan medis. Sebulan kemudian, pada 23 Mei 2026, ia tiba-tiba jatuh sakit. Ia langsung dibawa ke puskesmas terdekat, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara karena kondisinya semakin memburuk. Di rumah sakit, gejala rabies mulai muncul. Ia takut pada air dan gelisah setiap kali terkena embusan angin. Ia akhirnya meninggal pada 24 Mei 2026, dan jenazahnya dibenamkan pada 28 Mei 2026.

Kasus ini menjadi kasus rabies pada manusia pertama di Desa Tukadaya. Almarhumah meninggalkan suami dan dua anak, satu masih di kelas 1 SMA dan satu lagi di kelas 1 SD.

Setelah jenazah selesai dibenamkan, keluarga korban belum menerima penanganan medis preventif, termasuk suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR). Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, baru menerima surat pemberitahuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jembrana pada Rabu (03 Juni 2026).

“Lantaran baru menerima surat, sehingga hari ini sebagai upaya pencegahan dilakukan vaksinasi emergency,” ungkap Sugiarta saat dikonfirmasi detikBali, Kamis (4/6/2026). Petugas segera melakukan vaksinasi darurat terhadap 20 ekor anjing dan satu ekor kucing dalam radius 3 kilometer dari rumah korban. Selain itu, mereka mengambil sampel dari 4 ekor anjing milik warga sekitar untuk diuji laboratorium di Balai Veteriner Denpasar guna memastikan penyebaran virus rabies.

Hari ini, vaksinasi dilakukan di wilayah kasus gigitan, dan sampel otak 4 ekor anjing dikirim ke laboratorium. Data grafis dari Januari hingga Juni 2026 menunjukkan Kabupaten Jembrana mencatat 33 kasus gigitan anjing positif rabies. Kasus Ni Ketut Sari menjadi satu-satunya kematian manusia akibat dugaan rabies sepanjang tahun ini.

Kejadian ini menegaskan pentingnya vaksinasi hewan peliharaan dan tindakan cepat setelah gigitan. Masyarakat di wilayah ini diingatkan untuk selalu memantau kesehatan hewan peliharaan dan segera mencari pertolongan medis jika terjadi gigitan.

rabieskucing liarvaksin anti rabiesJembranaNi Ketut Sarianjinglaboratorium

Komentar

Memuat komentar...