Saudi Kirim US$3 Miliar ke Pakistan, Tutupi Defisit Keuangan
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Pemerintah Arab Saudi menyalurkan dana sebesar US$ 3 miliar atau setara Rp 51,39 triliun (kurs Rp 17.131) ke Pakistan. Dana ini diserahkan dalam bentuk deposito, bertujuan menutupi defisit keuangan Pakistan akibat pembayaran utang kepada Uni Emirat Arab.
"Arab Saudi telah menyetujui deposit sebesar US$ 3 miliar dengan Pakistan untuk mendukung neraca pembayaran mereka," kata juru bicara kementerian keuangan Arab Saudi, dikutip pada Kamis, 16 April 2026.
Penyaluran ini merupakan lanjutan dari perjanjian rollover Riyadh, yang memperpanjang deposito tambahan sebesar US$ 5 miliar dalam jangka waktu lebih lama. Langkah ini menegaskan hubungan yang semakin erat antara Riyadh dan Islamabad.
Pakistan kini menghadapi tekanan utang, termasuk kewajiban pelunasan kepada UEA sebesar US$ 3,5 miliar bulan ini. Beban ini telah menekan cadangan devisa negara, yang berada di sekitar US$ 16,4 miliar per 27 Maret 2026.
Setelah berita ini, obligasi internasional Pakistan menguat. Obligasi jangka panjang naik hampir 1 sen dan diperdagangkan pada level terkuatnya sejak akhir Februari 2026.
Arab Saudi telah sering turun tangan untuk mendukung Pakistan dalam krisis ekonomi. Pada 2018, Riyadh meluncurkan paket senilai US$ 6 miliar yang mencakup deposito US$ 3 miliar di bank sentral Pakistan dan pasokan minyak senilai US$ 3 miliar.
Pakistan juga berperan sebagai mediator utama antara AS dan Iran, berusaha mengakhiri konflik di Timur Tengah. Peran ini sekaligus memperkuat pertahanan Arab Saudi setelah kerajaan Teluk mengalami ratusan serangan rudal dan drone Iran.
Dengan penyaluran dana ini, Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk membantu Pakistan mengatasi tekanan keuangan. Sementara itu, Pakistan berupaya menjaga cadangan devisa agar tetap mencukupi kewajiban pasar internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
