Saudi Siapkan Bandara Makkah Baru dan Metro Terkait
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Pemerintah Arab Saudi berencana membangun Bandara Makkah baru di kota suci tersebut. Rencana ini merupakan bagian dari transformasi infrastruktur yang bertujuan mendukung mobilitas jutaan jemaah setiap tahunnya.
Pengumuman resmi tentang Bandara Makkah dan sistem metro terintegrasi pertama kali disampaikan pada Jumat, 03 April 2026. Langkah ini menandai keseriusan pemerintah Saudi dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan transportasi di Makkah.
Saleh Al-Rasheed, CEO Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci, mengungkapkan bahwa pembangunan Bandara Makkah merupakan investasi strategis dan ekonomi yang telah mendapat persetujuan. Ia menekankan pentingnya kerja sama dengan sektor swasta untuk menciptakan model investasi yang tepat, sehingga tidak mengganggu keberlanjutan bandara di kota-kota sekitar.
Dalam wawancara, ia menyatakan bahwa bandara tersebut akan dibangun sesuai standar internasional guna melayani jutaan pengunjung yang datang ke Makkah setiap tahunnya. "bandara tersebut akan dibangun sesuai standar internasional guna melayani jutaan pengunjung yang datang ke Makkah setiap tahunnya."
Selain itu, studi kelayakan serta desain awal untuk proyek Metro Makkah telah selesai, menandakan kesiapan untuk masuk ke tahap berikutnya. Proyek ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mengembangkan sistem berbasis teknologi untuk meningkatkan pengalaman jemaah.
Salah satu inisiatif yang diperkenalkan adalah konsep Makkah Pintar, yang memanfaatkan kecerdasan buatan dalam mengelola pergerakan jemaah di sekitar Masjidil Haram. Sistem ini akan memantau dan mengatur arus jemaah secara real-time, serta memprediksi kepadatan di area vital seperti Jembatan Jamarat dan zona pusat kota.
Selain itu, pemanfaatan pencitraan udara akan diintegrasikan dengan aplikasi Balady, sehingga informasi yang diberikan lebih akurat dan membantu jemaah menjalankan ibadah dengan lebih nyaman.
Secara keseluruhan, proyek ini menandai langkah signifikan pemerintah Arab Saudi dalam memperkuat infrastruktur transportasi dan teknologi di Makkah, dengan tujuan meningkatkan kapasitas, kualitas layanan, dan kenyamanan bagi jutaan jemaah setiap tahunnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
