Sawah Lope, Destinasi Wisata Padi Hijau di Kuningan
Gambar atau konten salah?
Sawah Lope terletak di Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Tempat ini menampilkan hamparan padi hijau yang luas, diiringi latar Gunung Ciremai. Jalan aspal yang bersih membelah persawahan menambah kesan terbuka.
Angin sepoi‑sepoi dan udara sejuk dataran tinggi menjadi ciri khas di sini. Pengelola telah menyiapkan gazebo‑gazebo nyaman di sepanjang jalan dan titik‑titik strategis, sehingga pengunjung dapat duduk santai sambil menikmati pemandangan tanpa gangguan.
Keindahan alam ini membuat Sawah Lope menjadi pilihan utama bagi keluarga yang ingin berlibur. Cara paling populer adalah berjemur atau makan bekal di gazebo, namun bagi yang tidak membawa makanan, restoran lokal di Desa Cikaso menawarkan menu lezat yang cocok dengan suasana.
Selain padi yang menguning saat panen, saluran irigasi desa berubah menjadi arena bermain air alami. Airnya bersih dan jernih, sehingga anak‑anak sering bermain seluncur menggunakan ban bekas. Potret keceriaan desa ini jarang ditemukan di kota besar.
Keasrian dan kesuburan Desa Cikaso didukung oleh tujuh mata air abadi: Cilangga, Cinangsi, Cibango, Cimalayan, Cipasantren, Cihanyir, dan Cikabulakan. Aliran dari “tujuh naga” ini menjaga subur persawahan sepanjang tahun tanpa kekeringan.
Walaupun terletak di ketinggian sekitar 500 mdpl, mikro iklim di sini tetap sejuk. Udara terasa bersahabat, jauh dari panas dataran rendah. Lingkungan rindang dan asri membuat kawasan ini cocok untuk piknik santai tanpa rasa gerah.
Nama “Lope” sering disalahartikan sebagai plesetan kata “love” dalam bahasa Inggris. Namun, sebenarnya Lope adalah akronim dari Lokasi Persawahan. Menurut data Jadesta Kemenparekraf, luas area ini mencapai 11.470 m² dan tetap produktif hingga kini. Selain padi, warga menanam sayur‑mayur, buah, dan rempah‑rempah, menambah warna di Sawah Lope.
Selama pandemi COVID‑19, desa ini menghadapi lockdown. Jalanan sepanjang 1 km digunakan warga untuk berjemur demi kesehatan. Setelah pandemi, semangat gotong‑royong memuncak. Warga bersama perangkat desa mengubah jalanan tersebut menjadi destinasi wisata. Semua proses pembangunan dan pendanaan dikelola secara kolektif, menjadikan Sawah Lope lahir dari hati masyarakat.
Menurut data Jadesta Kementerian Pariwisata, Desa Cikaso pernah menjadi fenomena viral dan masuk puncak daftar destinasi wajib kunjung di Kabupaten Kuningan. Popularitas ini tidak membuat warga gagap. Melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Rumpun Padi, warga menyediakan layanan lengkap: tiket terorganisir, penyewaan alat, gazebo nyaman, dan kostum untuk foto selfie di berbagai spot. Semangat melayani turis berjalan seiring dengan komitmen menjaga sawah tetap produktif.
Keunggulan utama Sawah Lope adalah kemandirian. Tidak ada investor luar. Menurut Kepala Desa Hidayat Nur, fasilitas tumbuh secara organik berkat gotong‑royong. Setiap tahun, desa wisata ini menyetorkan pendapatan sebesar Rp25 juta langsung ke kas BUMDesa. Dengan alokasi dana desa Rp100 juta per tahun, destinasi ini mandiri dan memberikan dampak nyata. Pendapatan dari unit usaha lain diputar kembali untuk program kemandirian dan pembangunan infrastruktur.
Selain Sawah Lope, Desa Cikaso memiliki pilar ekonomi lain: pertanian bawang merah dan pengolahan bawang goreng, budidaya jamur tiram, serta produksi pupuk hayati. Inovasi pupuk ini memastikan petani tercukupi kebutuhan dan produktivitas lahan terjaga.
Berikut rincian biaya untuk mengunjungi Sawah Lope:
- Tiket Masuk: Rp10.000 per orang.
- Sewa Gazebo: Rp25.000 (kapasitas besar, muat lebih dari 6 orang).
- Sewa Ban Bekas: Rp5.000 (untuk bermain air di irigasi).
- Spot Selfie: Rp5.000.
- Sewa Kostum: Rp5.000.
Untuk pengalaman pedesaan lebih lama, tersedia homestay di rumah warga. Harga sewanya fleksibel, tergantung kebijakan pemilik rumah. Pada tahun 2026, pengelola kadang menerapkan paket khusus untuk rombongan besar. Disarankan memantau media sosial mereka sebelum datang untuk mengetahui promo atau jam operasional terbaru, terutama saat musim libur panjang.
Dengan kombinasi keindahan alam, fasilitas yang memadai, dan kemandirian ekonomi, Sawah Lope menjadi contoh desa wisata yang tumbuh dari akar masyarakat. Keberhasilan ini menegaskan bahwa pariwisata berbasis komunitas dapat menjadi motor penggerak ekonomi berkelanjutan bagi seluruh warga Desa Cikaso.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Curug Jami Ciamis: Air Terjun Gratis di Kaki Gunung Sawal
Habitat Park SCBD: Kabur Sejenak ke Taman Satwa di Tengah Jakarta
Liburan Yogyakarta Sejuta Rupiah, Begini Caranya
Kampung Tugu: Jejak Portugis di Jakarta Utara
Greenland Pulau Terbesar, Australia Benua Terkecil, Ini Alasannya
Dua Pasar Unik Ini Ubah Uang Jadi Koin Bambu
Berita Terbaru
Yamaha Fazzio Hybrid: Dari Kanvas Kreatif hingga Motor Fungsional
Rektor ITB Usulkan Mahasiswa Tahu Nilai UTBK Dulu Sebelum Daftar Kampus
Toyota Fortuner Pelat Merah Dilelang, Pajak Cuma Rp 1,8 Juta
Tecno Rilis EllaClaw, Agen AI yang Bisa Otomatiskan Tugas Ponsel
Ahli Bantah Gempa California dan Jepang Saling Terkait
Jepang Kembali Gagalkan Tim Eropa, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia
