SD Muhammadiyah Salatiga Lakukan Field Trip Jakarta Pesawat Garuda
Gambar atau konten salah?
SD Muhammadiyah Plus Salatiga menjadi sorotan setelah video viral menampilkan rombongan siswa yang naik pesawat Garuda Indonesia Airlines untuk field trip ke Jakarta. Video itu sudah menjadi tradisi sekolah selama 15 tahun terakhir.
Video tersebut diposting oleh akun Instagram @surakartakita. Di dalamnya, akun itu menuliskan, "Keren!!! SD Muhammadiyah Plus Salatiga Carter Pesawat Garuda Untuk Kegiatan Fieldtrip Sekolah," lalu menampilkan gambar satu unit pesawat penuh dengan rombongan siswa dan beberapa orang dewasa yang memakai seragam serupa.
Di layar, para siswa melambaikan tangan sambil tersenyum kepada perekam video. Kepala sekolah, Dwi Wuryandari, mengonfirmasi bahwa rombongan tersebut memang berasal dari sekolahnya. Ia menjelaskan bahwa tujuan perjalanan adalah field trip atau study tour ke Jakarta.
Menurut Dwi Wuryandari, rombongan berangkat pada 14 April 2026 dan sudah menjadi kebiasaan setiap tahun sejak 2011. Program ini khusus bagi siswa kelas 5 yang didampingi oleh sejumlah guru.
“Ini program rutin tahunan yang dilaksanakan sejak 2011 di siswa kelas 5. Keseluruhan kemarin rombongan kami sejumlah 183, 168 itu siswa dari enam rombel dan selebihnya adalah guru,”
Ide naik pesawat bermula ketika pelajaran di kelas 5 mengajarkan tentang moda transportasi. Dwi Wuryandari mengingat, “Karena waktu itu memang ada materi yang berkaitan dengan moda transportasi di kelas 5, tercetuslah ide itu, gimana kalau kita kenalkan saja langsung bagaimana prosedur‑prosedurnya, kan ada yang jelas berbeda (prosedur naik pesawat dengan moda transportasi lain).”
Setiap kali masuk bandara, siswa harus melewati pemeriksaan barang, menunjukkan tiket, dan mengikuti prosedur keamanan. Hal itu memberi mereka pengalaman nyata, bukan sekadar teori atau video.
Untuk tahun ini, rombongan dibagi menjadi dua bagian. Satu pesawat disewa khusus dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, berangkat pukul 06.55 WIB. Bagian lainnya menggunakan Yogyakarta International Airport (YIA), berangkat lebih awal pukul 06.00 WIB. “Jadi karena kapasitas pesawat tidak cukup untuk mewadahi satu rombongan 183 orang kan tidak cukup, maka kami bagi menjadi dua bandara, yang pertama di Ahmad Yani Semarang dan rombongan kedua di YIA,”
Keistimewaan tahun ini adalah para siswa diperbolehkan masuk ke dalam kokpit. Mereka diperkenalkan dengan instrumen di ruang kendali. “Dari Garuda pun, karena memang sudah menjadi pelanggan setia setiap tahun dengan jumlah yang banyak, kemarin beberapa anak‑anak kami, meskipun tidak semuanya, diberikan kesempatan untuk masuk di bagian pilot, melihat peralatan‑peralatan yang ada di bagian pilot itu,”
Setibanya di Bandara Soekarno‑Hatta, rombongan melanjutkan perjalanan ke dua tujuan utama: Gedung DPR‑MPR RI dan Kantor PP Muhammadiyah. Kunjungan ke DPR‑MPR berkaitan dengan materi kelas 5 tentang wawasan kebangsaan. “Kunjungan ke Gedung DPR‑MPR RI berkaitan dengan materi kelas 5 tentang wawasan kebangsaan. Kami sekali lagi menunjukkan ini loh yang biasanya kalian baca, DPR, MPR tugasnya ini, kemudian gedungnya ini dan seterusnya. Anak‑anak bisa melihat langsung bertemu dengan anggota dewan di sana,”
“Anak‑anak melihat tempatnya ketika sidang di mana, tempatnya ketika presiden itu dilantik di mana, duduknya para tamu‑tamu kedubes itu di mana. Jadi harapan kita itu ketika anak‑anak melihat tempat itu membuat mereka terinspirasi dan meningkatkan rasa cinta tanah air,”
Setelah dua tujuan tersebut, rombongan diajak rekreasi ke Dufan dan Ocean Dream Samudera Ancol. Mereka juga menunaikan ibadah di Masjid Istiqlal.
Selama di Jakarta, rombongan menginap di sebuah hotel di Menteng. Setiap kamar menampung empat anak. “Di situ ya anak‑anak harus belajar mandiri, bagaimana mengatur waktu, kapan dia harus tidur, besok pagi‑pagi banget juga harus bisa bangun sendiri. Alhamdulillah kemarin semua sudah bisa disiplin kumpul tepat waktu jam 06.00 WIB pagi semua sudah berkumpul,”
Trip diakhiri pada 15 April 2026 sore. Para siswa naik kereta api eksekutif dari Gambir jam 16.45 WIB sampai di Semarang Tawang pukul 22.00 WIB. Sebelum kembali ke Salatiga, mereka mampir ke Masjid Baiturrahman Kota Semarang untuk menunaikan salat. Mereka tiba di Salatiga pada 16 April 2026 dini hari.
Program ini mengajarkan nilai religius, kemandirian, tanggung jawab, dan karakter. “Kegiatan field trip ini mengajarkan banyak sekali nilai seperti nilai religius, kemandirian, bertanggung jawab, hingga membangun karakter anak,”
Biaya seluruh rangkaian perjalanan sekitar Rp 3 juta. Sekolah telah menyampaikan agenda ini sejak awal kepada orang tua calon siswa. “Kalau berkaitan dengan biaya kurang lebihnya Rp 3 juta. Orang tua yang masuk ke SD itu sudah tahu, dari sebelum masuk menjadi keluarga di SD Muhammadiyah Plus, kami ada sosialisasi program,”
“Program itu sudah sudah kami sampaikan dari awal, bahwa nanti ananda ketika di kelas 5 akan ada program naik pesawat ke Jakarta, sehingga orang tua sudah bisa mempersiapkan sejak pertama kali masuk,”
Untuk mengurangi beban biaya, sekolah menyediakan fasilitas menabung khusus sejak kelas 1. Nominalnya tidak mengikat dan dapat dilunasi seluruhnya menjelang keberangkatan. “Dari sekolah itu ada program menabung khusus untuk persiapan fieldtrip. Program menabung itu tidak mengikat, kami berikan kebebasan kepada orang tua berapa pun nominalnya, dari sekolah siap memfasilitasi untuk menabung,”
Jika tabungan belum mencukupi, orang tua akan menutup kekurangan. “Andai dari uang tabungan itu belum mencukupi, pasti orang tua akan menutup kekurangan itu. Andai tabungannya ada yang lebih pun, ya nanti akan kami kembalikan sebagai uang saku atau mungkin untuk membeli peralatan lain yang diperlukan,”
Program ini menunjukkan bagaimana sekolah dapat menggabungkan pengalaman nyata ke dalam kurikulum transportasi dan kebangsaan, sekaligus mengajarkan kemandirian kepada siswa. Dengan pengaturan logistik yang terkoordinasi, siswa belajar tanggung jawab, disiplin, dan rasa cinta tanah air melalui kunjungan langsung ke lembaga negara dan tempat ibadah. Program ini juga menegaskan pentingnya persiapan keuangan yang terstruktur, memberi kesempatan bagi keluarga untuk menabung secara fleksibel. Hasilnya, rombongan dapat menikmati perjalanan edukatif tanpa beban finansial yang berat bagi keluarga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tiga Ruas Jalan Solo Baru Ditutup Malam Ini
Kandang Ayam di Klaten Ludes Terbakar, 12.000 Ayam Hangus
BMKG: Mayoritas Jawa Tengah Cerah Berawan Kamis
Open Trip Lawu Via Cetho Kena Blacklist 2 Tahun
Truk Mercy Mogok di Demak, Macet 4,3 Km
Open Trip Lawu Diblacklist 2 Tahun Gara-gara Tak Pakai Porter Lokal
Berita Terbaru
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Strategi 5 Bek Tuchel Bumerang, Inggris Tersingkir
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Mobil Boks Terbengkalai Belasan Tahun di Bandung Ganggu Lalu Lintas
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
Prediksi Opta: Spanyol Lebih Diunggulkan dari Argentina di Final Piala Dunia 2026
Spotify Luncurkan Chatbot AI untuk Pengguna Premium
Pembatasan Gawai di Sekolah Resmi Berlaku
